Tren Penurunan Terhenti, Kasus Covid-19 Kembali Naik ke 3.263

Kenaikan kasus Covid-19 terjadi di hampir semua provinsi, terutama di Aceh dan Jawa Barat.
Image title
21 September 2021, 18:32
Covid-19, pandemi
ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat
Sejumlah tenaga kesehatan dan pasien COVID-19 mengikuti Upacara Peringatan HUT Kemerdekaan ke-76 Republik Indonesia di Rumah Sakit Darurat COVID-19 (RSDC) Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, Selasa (17/8/2021).Jumlah kasus Covid-19 di Indonesia kembali naik pada Selasa (21/9) setelah turun dalam tiga hari sebelumnya.

Setelah mengalami penurunan yang signifikan dalam tiga hari terakhir, tambahan kasus Covid-19 pada Selasa (21/9) kembali meningkat bahkan tembus ke level di atas tiga ribu kasus, yaitu 3.263. Peningkatan kasus  terjadi di sejumlah wilayah, mulai dari Jawa Barat hingga Bali.

Sebagaimana diketahui, tambahan kasus Covid-19  berada di bawah angka tiga ribu kasus pada dua hari terakhir. Pada Sabtu (18/9), tambahan kasus baru memang masih berada di 3.385 tetapi angkanya turun dibandingkan Jumat (3.835). Kasus baru turun drastis pada Minggu (2.234) dan Senin (1.932). Tambahan kasus baru pada Senin adalah yang terendah sejak 24 Agustus tahun lalu (1.877).

 Adapun, kenaikan kasus hari ini disumbang oleh beberapa daerah. Aceh mencatat tambahan kasus sebanyak 164 kasus atau naik 156,2% dibandingkan hari sebelumnya.

Sumatera Utara sebanyak 315 kasus atau meningkat 156% dibandingkan kemarin. Selanjutnya, Bali melaporkan tambahan kasus konfrimasi sebesar 173 kasus, naik 74,4% dibandingkan Senin kemarin.

Kenaikan juga terjadi di DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Timur. DKI Jakarta melaporkan tambahan 106 kasus , atau naik 16,4%, sementara jumlah kasus baru di Jawa Barat mencapai 285 kasus, atau naik 145,6%.
Di Jawa Timur, tambahan kasus baru sebanyak 316 kasus atau melonjak 122%.

Tambahan kasus Covid-19 tertinggi pada Selasa (21/9) disumbang oleh Jawa Timur, Sumatera Utara, Jawa Barat (285), dan Jawa Tengah (245).  Dengan tambahan 3.263 kasus pada hari ini, total kasus positif Covid-19 di Indonesia mencapai 4.195.958 kasus.

Sementara, tambahan kasus sembuh sebanyak 6.581 kasus. Dengan demikian total kasus sembuh nasional berjumlah 4.002.706 kasus.

Kasus kematian hari ini bertambah 171 orang sehingga total kematian akibat Covid-19 mencapai 140.805 orang sejak Maret 2020.

Jawa Timur masih menjadi penyumbang terbesar angka kematian pada hari ini dengan jumlah 25 jiwa, disusul kemudian dengan Jawa Tengah (23), dan Aceh (16)

Tambahan kasus sebanyak 3.263 orang dilakukan dengan melakukan pemeriksaan terhadap 176.440 orang. Adapun, rasio positif atau positivity rate harian pada Selasa (21/9) tercatat 1,85%. Rasio positif terendah tercatat pada Jumat (17/9) kemarin yakni 1,31%.

Jika memperhitungkan tes NAAT (RT-PCR dan TCM) maka rasio positif harian menjadi 6,34%.

Sebelumnya, epidemiolog dari Griffith University, Dicky Budiman, memperingatkan ancaman penularan virus corona gelombang ketiga di Indonesia. Salah satunya lantaran menyebarnya Covid-19 varian Mu atau B.1.621 sedangkan varian Delta belum sepenuhnya berhasil dikendalikan.

Bukan hanya karena varian baru (varian Mu), tetapi juga penularan varian Delta belum selesai," kata Dicky kepada Katadata.co.id, Selasa (7/9).

Dia menambahkan bahwa Covid-19 varian Mu bisa menurunkan efikasi vaksin. Selain itu, varian Mu diprediksi bisa menginfeksi orang yang pernah positif varian Alfa dan Delta.

Senin (20/9), pemerintah telah mengumumkan perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) hingga 4 Oktober mendatang. Perpanjangan disertai sejumlah pelonggaran seperti diperbolehkannya anak usia di bawah 12 tahun untuk mengunjungi mal di beberapa daerah, termasuk Jakarta.


Reporter: Rizky Alika
Editor: Maesaroh

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait