Indonesia-Belgia Teken Kerjasama Peningkatan Kesehatan Hewan Ternak

Indonesia dan Belgia akan bekerja sama untuk memperbaiki manajemen pemeliharaan dan standar sanitasi untuk hewan ternak.
Image title
22 September 2021, 08:41
Indonesia, Belgia, hewan
ANTARA FOTO/Saiful Bahri/hp.
Petugas memeriksa sapi ternak sebelum diberi pakan di Desa Samatan, Pamekasan, Jawa Timur, Kamis (1/4/2021). Sejumlah petani di desa itu membangun kelompok tani (Poktan) "Rahayu" berbasis ternak sapi potong dan menjalin kemitraan dengan berbagai pihak guna meningkatkan akselerasi usaha tersebut. Indonesia dan Belgia sepakati kerjasama peningkatan kualitas dan keamanan hewan ternak

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo bersama Menteri Usaha Kecil, Wiraswasta, SME dan Pertanian Belgia David Clarinval, menandatangani Pernyataan Kehendak atau Letter of Intent (LoI) untuk penguatan kerja sama peternakan di bidang kualitas dan keamanan kesehatan hewan antara Indonesia dan Belgia.

Menteri kedua negara sepakat untuk meningkatkan kerja sama yang sudah ada dengan kolaborasi lanjutan di bidang peternakan. Kolaborasi tersebut meliputi manajemen pemeliharaan dan standar sanitasi untuk peternakan Belgian Blue di Indonesia.

 Belgian Blue sendiri merupakan sapi yang berasal dari Belgia Tengah yang memiliki karakteristik unggul, yaitu memiliki otot ganda (double muscle), temperamen jinak dan mudah dalam penanganan.

“Kita harapkan kerja sama ini dapat membantu fasilitasi akses pasar komoditas pertanian, pengembangan kapasitas, kerja sama teknis, dan penelitian bersama antara kedua pihak,” kata Syahrul dalam keterangan resminya, dikutip Rabu (22/9).

Indonesia menikmati surplus perdagangan dengan Belgia, terutama dari ekspor kopi, karet, tembakau, minyak kelapa sawit, kelapa, dan kakao. Sementara Belgia juga turut menikmati peningkatan ekspor ke Indonesia pada produk susu, mentega, dan lainnya seperti kentang dan gandum. 

“Kita menyambut tren peningkatan perdagangan di antara kedua negara ini,” kata dia.

 Lebih lanjut,Kementerian Pertanian memiliki visi untuk mewujudkan sektor pertanian yang maju, mandiri, dan modern. Kebijakan pertanian tidak hanya menitikberatkan pada transformasi dan penguatan sistem pangan secara lebih holistik dan terintegrasi, tapi tetap berkomitmen terhadap pertanian berkelanjutan, yang sesuai dengan kelestarian lingkungan, sosial, dan ekonomi.

Sementara itu, Menteri Usaha Kecil, Wiraswasta, SME dan Pertanian Belgia David Clarinval menyambut baik inisiatif Indonesia untuk mengembangkan kerja sama lebih lanjut di antara kedua negara. Sejak 2015, Indonesia dan Belgian Blue Group telah bekerja sama untuk mendongrak produksi daging di Indonesia. 

“Kami siap untuk lebih lanjut melakukan pendampingan di bidang manajemen pemeliharaan, pakan, dan kesehatan ternak Belgian Blue Group di Indonesia,” ujarnya. 

 David juga menyampaikan dukungan penuh penyelesaian perundingan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement  (I-EU CEPA). Apalagi I-EU CEPA bisa menjadi alat untuk pemulihan ekonomi ataupun pertumbuhan pada tahun-tahun ke depan.

Sebagai informasi, saat ini perjanian I-EU CEPA sudah menyelesaikan putaran perundingan yang ke-10. Duta besar Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam Vincent Piket mengatakan, bahwa perkembangan dari 10 putaran perundingan tersebut cukup baik dan stabil. Adapun, putaran ke-11 akan dilaksanakan pada musim gugur mendatang.

April lalu, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengungkapkan keinginannya untuk membeli peternakan sapi di Belgia. Investasi itu akan dilakukan oleh perusahaan pelat merah dan untuk mengurangi impor daging yang selama ini dilakukan.

Reporter: Cahya Puteri Abdi Rabbi
Editor: Maesaroh
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait