Mobilitas Masyarakat ke Tempat Kerja Naik, Mal dan Ancol Masih Sepi

Jumlah penumpang kereta dan MRT sudah naik. Kenaikan ini menjadi indikasi mulai naiknya mobilitas masyarakat ke tempat kerja.
Image title
22 September 2021, 15:01
mobilitas, mal,
MRT Jakarta/Twitter
Penumpang MRT mulai naik dalam sepekan terakhir

Mobilitas masyarakat ke tempat bekerja sudah mulai meningkat dalam sepekan. Namun, mobilitas menuju tempat  berbelanja belum naik signifikan meskipun pemerintah sudah memberikan sejumlah pelonggaran Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM ) seperti mengizinkan restoran dan bioskop buka kembali.

Data PT Kereta Api Indonesia menunjukan jumlah penumpang KA Jarak Jauh dan lokal pada periode perpanjangan PPKM yaitu 15-21 September 2021 adalah sebanyak 189.664 orang, dengan rata-rata pelanggan harian sebanyak 27.095 pelanggan.

Jumlah tersebut meningkat 8,5% jika dibandingkan dengan pekan sebelumnya yakni 8-14 September 2021. Pekan lalu, total volume penumpang mencapai 174.776 pelanggan atau rata-rata 24.968 pelanggan per hari.

"KAI berkomitmen untuk memastikan seluruh pelanggan KA Jarak Jauh telah memenuhi persyaratan yang telah diatur pemerintah. Jika ada yang tidak sesuai maka dilarang naik kereta api dan tiket akan dibatalkan," kata VP Public Relations KAI Joni Martinus, kepada Katadata, Rabu (22/9).

Peningkatan penumpang juga terjadi di moda mass rapid transit (MRT). Moda transportasi yang menghubungkan Bundaran Hotel Indonesia-Lebak Bulus di Jakarta  itu mengangkut penumpang sebanyak 107.568 orang pada periode 15-21 September.  Artinya, dalam sepakan, rata-rata penumpang yang menggunakan MRT mencapai 15.367. 

Jumlah rata-rata penumpang MRT pada sepekan terakhir, naik drastis dibandingkan pada periode 30 Agustus-5 September yakni 11.599 atau periode 6-12 September yakni 12.386.

Kenaikan penumpang MRT merupakan salah satu indikasi naiknya mobilitas masyarakat ke tempat kerja mengingat moda tersebut menghubungkan simpul-simpul perkantoran di DKI Jakarta.

Kenaikan mobilitas juga sudah terlihat di sejumlah tempat pariwisata. Seperti dikutip dari Antara, jumlah pengunjung Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, mencapai 2.000 lebih wisatawan pada akhir pekan, Sabtu atau hari kedua uji coba pembukaan kembali untuk wisata.

Namun, kunjungan masyarakat ke Taman Impian Jaya Ancol, belum meningkat signidikan. Kawasan Taman Impian Jaya Ancol sudah dibuka kembali sejak 14 September.

"Sampai saat ini jumlah kunjungan di Taman Impian Jaya Ancol dan Dufan belum mencapai 25% kapasitas,"tutur
Head of Corporate Communication Ancol Rika Lestari, kepada Katadata, Rabu (22/9).

Berbeda dengan pergerakan masyarakat di moda transportasi, kunjungan ke mal masih stagnan di level 35%. Pemerintah mengizinkan restoran yang beroperasi di mal dan bioskop untuk kembali beroperasi.

Namun, Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja (APPBI) Alphonzus Widjaja mengatakan, pelonggaran tersebut belum bisa berdampak signifikan terhadap tingkat kunjungan ke pusat belanja.

“Saat ini tingkat kunjungan pusat belanja masih 35%, Beroperasionalnya kembali bioskop belum berdampak signifikan terhadap peningkatan tingkat kunjungan ke pusat belanja, masih memerlukan beberapa waktu kedepan,” kata Alphonzus kepada Katadata, Senin (20/9).

Dia berharap kunjungan mal bakal naik signifikan setelah pemerintah mengizinkan anak usai di bawah 12 tahun masuk mal. Dalam perpanjangan PPKM pekan ini, pemerintah  memutuskan untuk melakukan uji coba mengizinkan anak di bawah usia 12 tahun masuk mal dan pusat perbelanjaan.

Uji coba ini diberlakukan di wilayah kota besar di Jawa-bali seperti Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, dan Surabaya.

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait