Thailand Potong Masa Karantina Bagi Turis yang Sudah Divaksinasi

Thailand juga akan menghapus persyaratan karantina bagi wisman yang sudah mendapatkan vaksin penuh di 10 provinsi.
Image title
28 September 2021, 10:17
Thailand, turis, vaksin
ANTARA FOTO/REUTERS/Chalinee Thirasupa/hp/cf
Chalinee Thirasupa Seorang perempuan memakai masker pelindung membuat pagoda pasir saat liburan Songkran yang memperingati Tahun Baru Thailand saat penyebaran penyakit virus korona (COVID-19), saat negara tersebut menghadapi gelombang baru infeksi setelah menangani wabah sebelumnya, di Bangkok, Thailand, Selasa (13/4/2021).

Thailand akan memotong masa karantina bagi wisatawan asing (wisman) bagi wisman yang sudah mendapatkan vaksin Covid-19 penuh. Khusus untuk 10 provinsi, masa karantina akan dihapus bagi turis yang sudah mendapatkan vaksin penuh.

Dilansir dari Reuters, pemerintah Thailand juga akan melonggarkan kewajiban karantina untuk para pendatang. Kewajiban karantina untuk pendatang per 1 Oktober 2021  resmi dikurangi dari 14 ke 7 hari, khusus untuk pendatang yang sudah menerima vaksinasi Covid-19.

Pengurangan masa karantina ini merupakan salah satu upaya Thailand untuk kembali menghidupkan industri pariwisata mereka yang menurun drastis selama pandemi.

Sementara itu, penghapusan masa karantina di 10 provinsi akan dilakukan mulai 1 November.  Kesepuluh provinsi yang dimaksud adalah Bangkok, Krabi, Phang Nga, Prachuap Khiri Khan (Hua Hin and Nong Gae), Phetchaburi (Cha-am), dan Chon Buri (Pattaya, Bang Lamung, Jom Thien, Bang Sare).

Lalu ada pula Ranong (Koh Phayam), Chiang Mai (Muang, Mae Rim, Mae Taeng, and Doi Tao), Loei (Chiang Khan), dan Buriram (Muang).

Meski demikian, pelonggaran ini tidak berlaku untuk pendatang yang belum divaksin atau tak bisa membuktikan status vaksinasi mereka. Khusus kategori ini harus menghadapi karantina selama 10-14 hari.

Thailand ingin menyambut kembali wisatawan asing setelah hampir 18 bulan menerapkan kebijakan masuk ketat yang menyebabkan jatuhnya industri pariwisata. 

Mengutip The Thaiger, Pusat Administrasi Situasi Covid-19 Thailand (CCSA) juga memberi restu perpanjangan kembali dekrit darurat Covid-19 hingga akhir November 2021.

Sebelumnya dikabarkan dekrit ini siap dicabut pada rentang September-Oktober menyusul semakin baiknya pengendalian Covid-19 di Thailand.

CCSA juga akan mengurangi ketentuan jam malam yang berlaku di provinsi-provinsi dengan kode ‘merah gelap’ seperti Bangkok. Bila sebelumnya jam malam berlaku mulai pukul 21.00 sampai 04.00, kini diubah menjadi 22.00 sampai 04.00.

Selain itu, per 1 Oktober 2021 bisnis-bisnis di provinsi merah gelap bisa kembali dibuka. Seperti sekolah anak usia dini dan penitipan anak, gym, spa, salon tato, hingga bioskop.

Pusat perbelanjaan juga boleh buka sampai pukul 21.00, sedangkan bar dan klub malam masih belum diizinkan buka hingga pemberitahuan lebih lanjut.

Aturan dilonggarkan ketika negara itu berusaha meningkatkan laju program vaksinasi setelah pada awalnya kekurangan pasokan dosis. Dikutip dari Our World in Data, tingkat vaksinasi dosis lengkap di Thailand saat ini mencapai 15,9 juta orang dari total populasi atau sebanyak 22,8%.

Inudstri  Pariwisata menjadi salah satu sumber penerimaan terbesar Thailand  sebelum pandemi.  Pada tahun 2019, Negeri Gajah Putih tersebut mampu menarik 40 juta turis, jauh lebih besar dibandingkan Indonesia yakni 16 juta.

Bangkok, Phuket,  Chiang Mai, dan Ayutthaya merupakan beberapa destinasi favorit turis di Thailand.


 

Reporter: Cahya Puteri Abdi Rabbi
Editor: Maesaroh
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait