AS Tidak Minta Indonesia untuk Pilih Amerika atau Cina Terkait AUKUS

Amerika Serikat menghormati negara-negara ASEAN, terutama Indonesia, dalam menjaga stabilitas Indo-Pasifik.
Image title
29 September 2021, 17:20
Amerika, Aukus, Indonesia
123RF.com/Dilok Klaisataporn
Ilustrasi bendera AS dan Cina

Amerika Serikat (AS), Inggris, dan Australia telah membentuk aliansi pertahanan bernama AUKUS untuk melawan dominasi Cina di kawasan Indo-Pasifik. Namun, AS menjelaskan kalau Indonesia tidak harus memilih antara AS atau Cina dalam menyikapi pembentukan AUKUS.

"Kami tidak meminta negara ASEAN manapun termasuk Indonesia untuk memilih antara kami (AUKUS) atau negara lain,"tutur Duta Besar AS untuk Indonesia Sung Y. Kim, saat berbincang dengan wartawan, Rabu (29/9).

Kim mengatakan baik AS, Inggris, ataupun Australia sangat menghormati negara-negara ASEAN, terutama Indonesia yang memiliki peran besar di kawasan tersebut. Namun, dia tidak menampik AUKUS akan menggiatkan kerja sama dengan negara-negara ASEAN.

"Kami akan memperkuat kerja sama dengan Indonesia dan ASEAN karena kami melihat pentingnya kawasan ini. Kami akan fokus untuk menjaga perdamaian, kemakmuran, dan keberlanjutan di kawasan ini," tutur diplomat lulusan University of Pennsylvania dan Loyola University tersebut.

Sebagai negara yang paling dekat dengan kawasan ASEAN, Australia juga diyakini akan menghormati hak dan kewajibannya. Kim menegaskan pembentukan AUKUS adalah komitmen AS, Inggris, dan Australia untuk menjadikan aliansi mereka lebih erat dan efektif dalam menjaga perdamaian kawasan Indo-Pasifik.

"Kami dan Indonesia memiliki tujuan yang sama dalam kawasan ini yakni menjaga keberlanjutannya," tutur Kim.

Sebagai informasi, AUKUS dibentuk pada 15 September lalu dengan tujuan untuk berbagi teknologi canggih, termasuk infrastruktur pertahanan nuklir. Aliansi ini akan fokus pada upaya berbagi informasi di bidang artificial intelligence atau kecerdasan buatan, keamanan siber, serta infrastruktur pertahanan nuklir. 

Salah satu kerja sama yang akan dilakukan adalah membantu Australia untuk membangun kapal selam bertenaga nuklir. Australia akan menjadi negara ketujuh yang memiliki kapal selam jenis ini jika proyek tersebut selesai.

Menteri Luar Negeri RI  Retno Marsudi telah menanggapi pembentukan AUKUS dengan menekankan kembali peran penting ASEAN dalam menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan. Negara-negara di Indo-Pasifik tidak menginginkan meningkatnya perlombaan senjata dan proyeksi kekuatan yang akan mengancam stabilitas keamanan.

Mantan Dubes RI untuk Belanda tersebut juga menyitir pendapat Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres yang menyebut ada kemungkinan terjadinya perang dingin antara Cina dan Amerika Serikat.

"Ini mungkin menjadi bencana. Ini akan jauh lebih sulit diprediksi daripada Perang Dingin sebelumnya," ujar Guterres pada pembukaan Sidang ke-76 Majelis Umum PBB. 

Di luar AUKUS, Kim mengatakan Amerika Serikat siap memperat kerja sama militer dengan Indonesia. Sebagai catatan, Indonesia dan Amerika Serikat melakukan latihan militer pada Agustus lalu.

Latihan militer bersama bernama “Garuda Shield 15/2021” di Pusat Latihan Tempur Baturaja, Sumatera Selatan; Amborawang, Kalimantan Timur; dan Makalisung, Sulawesi Utara.

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait