KemenPUPR Rehabilitasi Irigasi Rentang, Manfaat Dinikmati 3 Kabupaten

Irigasi Rentang mengairi areal pertanian seluas 87.840 hektare di Provinsi Jawa Barat.
Image title
30 September 2021, 10:55
KemenPUPR, irigasi
KemenPUPR
Jaringan irigasi Rentang di Provinsi Jawa Barat

Sebagai upaya meningkatkan produktivitas pangan nasional guna mencapai ketahanan pangan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) melanjutkan rehabilitasi jaringan irigasi Rentang, Jawa Barat.

Rehabilitasi irigasi Rentang merupakan salah satu pekerjaan skala besar yang dilakukan oleh Kementerian PUPR. Rehabilitasi dilakukan dengan memodernisasi jaringan irigasi mengairi areal pertanian seluas 87.840 hektare tersebut.

Irigasi Rentang  menjadi sumber air untuk sektor pertanian bagi tiga kabupaten yakni Kabupaten Majalengka seluas 1.094 hektare. Juga Kabupaten Cirebon seluas 20.571 hektare dan di Kabupaten Indramayu seluas 66.175 hektare dengan memanfaatkan debit Sungai Cimanuk yang besar.

 "Rehabilitasi Irigasi Rentang diharapkan akan meningkatkan intensitas penanaman (IP) dari 130% menjadi 250%,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam keterangan resminya, Rabu (29/9).

Sementara Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung Ismail Widadi mengatakan, modernisasi Irigasi Rentang dilakukan karena usia sistem irigasi tersebut sudah puluhan tahun sehingga kinerja pelayanan airnya berkurang.

Dalam moderenisasi Jaringan Irigasi Rentang dilakukan lima pilar yang disentuh yaitu pilar pertama, memastikan ketersediaan debit air dari Bendungan Jatigede sehingga air konsisten sesuai rencana. Kedua, perbaikan sarana prasarana irigasi dan bangunan. 

Selanjutnya, pilar ketiga yaitu penyempurnaan sistem pengelolaan irigasi sesuai ketersediaan air dan pola tanam. Kemudian pilar keempat, penguatan institusi kelembagaan melalui sinergisitas tugas dan koordinasi.
Baca Juga

Terakhir pilar kelima yaitu, pemberdayaan sumber daya manusianya yaitu para petani harus memiliki pengetahuan yang baik. 

“Sekarang progres pekerjaannya sudah mencapai 29,12 %,” kata Ismail.

Rehabilitasi Jaringan Irigasi Rentang telah dimulai sejak 2015 -2018 pada Sistem Irigasi Sindupraja (Intake Bagian kanan). Kemudian dilanjutkan di tahun 2020 dengan memoderenisasi pada Sistem Irigasi Cipelang (Intake Bagian Kiri).

Pekerjaannya berupa peningkatan bangunan utama (bendung dan kantong lumpur), peningkatan Saluran Induk (SI) Cipelang 12,4 km, Barat 30,8 km, dan Utara 30,2 km.

Selanjutnya pekerjaan peningkatan saluran sekunder kiri 199 km, peningkatan saluran pembuang kiri 465 km, pekerjaan telemetri 46 lokasi dan telecontrol 8 lokasi.

Pekerjaan lain adalah penunjang modernisasi, ppnguatan manajemen air irigasi berupa manajemen asset, demonstrasi peningkatan operasi irigasi serta  pertanian, peningkatan kapasitas institusi pengelola irigasi termasuk Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A/GP3A/IP3A) dan Komisi Irigasi (KOMIR). 

"Pekerjaan modernisasi ini tidak main-main karena membutuhkan anggaran yang besar yaitu senilai Rp 5,5 triliun dan dikerjakan hingga tahun 2024 dengan melibatkan 10 kontraktor," ujarnya.

Ismail berharap dengan adanya proyek modernisasi ini dapat meningkatkan produksi beras di kabupaten Indramayu dari yang sebelumnya 500 ton per tahun menjadi 1,2 juta ton per tahun.

Pembangunan irigasi dan bendungan merupakan salah satu rencana strategis pemerintahan Joko Widodo. Keberadaan irigasi dan bendungan yang memadai akan meningkatkan kesejahteraan petani serta menumbukan sumber-sumber pertumbuhan ekonomi baru.

Reporter: Cahya Puteri Abdi Rabbi
Editor: Maesaroh
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait