WHO Butuh Rp 331 Triliun untuk Penanganan Covid-19 Setahun

Dana tersebut digunakan WHO untuk membantu menyediakan akses ke vaksin, perawatan, dan tes Covid-19 di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah.
Image title
29 Oktober 2021, 11:26
WHO, covid-19, vaksin, corona,gerakan 3M
WHO
Bantuan WHO berupa alat medis sampau di Somalia pada 12 May 2020. WHO memperkirakan dibutuhkan dana sekitar Rp 332 triliun untuk penanganan Covid-19 setahun ke depan

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) membutuhkan dana sekitar US$ 23,4 miliar atau sekitar Rp 332 triliun untuk penanganan Covid-19 sampai September tahun 2022 atau setahun ke depan.

Dana tersebut digunakan untuk membantu menyediakan akses ke vaksin, perawatan, dan tes Covid-19 di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah.

“Angka ini tidak berarti jika dibandingkan dengan kerugian ekonomi triliunan dolar yang disebabkan oleh pandemi dan biaya rencana stimulus untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional,” kata WHO dalam keterangan resminya, dikutip dari Bloomberg, Jumat (29/10).

 Dilansir dari Reuters, WHO berencana untuk fokus pada upaya pencegahan adanya potensi lima juta kematian akibat virus Corona. 

Uang yang dikucurkan lewat ACT-Accelerator ini diharapkan dapat mencakup penggunaan obat antivirus oral eksperimental yang dibuat oleh Merck (MSD) untuk mengobati kasus dengan gejala ringan dan kasus sedang.

Jika penggunaan obat tersebut disetujui oleh otoritas berwenang, diperkirakan hanya akan memakan biaya sebesar US$ 10 per kursus.

Sementara itu, Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan, saat ini negara-negara berpenghasilan tinggi telah menggunakan 75% dari semua vaksin Covid yang diproduksi.

Sedangkan negara-negara berpenghasilan rendah baru menerima sekitar setengah dari 1% vaksin dunia.

 Tedros mencontohkan, seperti di Afrika, hanya 5% dari sekitar 1,4 miliar orang Afrika sudah divaksinasi sepenuhnya.

Sementara itu, negara-negara seperti Amerika Serikat (AS) dan Inggris mulai mendistribusikan suntikan penguat atau booster.

Kepala ilmuwan WHO Soumya Swaminathan menyebut, fasilitas vaksin COVAX telah mengirimkan sekitar 400 juta dosis vaksin Covid-19 ke lebih dari 140 negara berpenghasilan rendah dan menengah, di mana tingkat vaksinasi saat ini masih terbilang rendah.

"Sekitar 82 negara kemungkinan akan mencapai target global WHO untuk cakupan vaksinasi sebesar 40% pada akhir tahun. Namun, beberapa negara lain baru akan mencapai target jika distribusi pasokan vaksin mulai lancar," kata dia.

Swaminathan menyampaikan, saat ini yang mengganggu distribusi vaksin ke negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah adalah kebutuhan akan dosis booster.

Ia menyebut, semakin banyak negara berpenghasilan tinggi yang menggunakan dosis booster maka akan semakin menggangu distribusi vaksin.

"Hampir satu juta suntikan booster diberikan setiap hari. Jumlah tersebut sama dengan tiga kali lipat jumlah vaksin yang diberikan di negara-negara berpenghasilan rendah," katanya.

Terkait hal yang sama, gabungan mantan presiden, perdana menteri, dan pemimpin dunia di seluruh dunia meminta agar G20 membagikan kelebihan pasokan vaksin mereka kepada negara-negara berpendapatan rendah.

Mantan pemimpin dunia yang tergabung dalam kelompok tersebut di antaranya mantan Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon, mantan PM Inggris Gordon Brown, serta mantan Presiden Brasil Fernando Cardoso.

Kelompok tersebut telah menyurati PM Italia Mario Draghi yang saat ini mengetuai presidensi G20.  Mereka mengingatkan bahwa AS, Uni Eropa, British, dan Kanada kemungkinan memiliki 240 juta dosis vaksin hingga akhir bulan ini  yang tidak terpakai yang seharusnya bisa dimanfaatkan negara lain.
 
Kelompok tersebut memperkirakan akan ada surplus  1,1 miliar juta dosis vaksin di negara-negara tersebut yang bisa dibagi ke negara lain.


Reporter: Cahya Puteri Abdi Rabbi
Editor: Maesaroh

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait