Kasus Covid-19 Korea Selatan Catat Rekor 7.175, Rumah Sakit Kewalahan

Pemerintah Korea Selatan akan menerapkan sejumlah regulasi untuk membantu penanganan pasien Covid-19 di rumah sakit seperti menambah pekerja serta tempat tidur.
Image title
9 Desember 2021, 09:04
covid-19, korea selatan, corona, pandemi, virus corona
ANTARA FOTO/REUTERS/Chung Sung-Jun/Pool /hp/cf
Seorang perempuan lanjut usia Korea Selatan tiba untuk menerima dosis pertama vaksin penyakit virus korona (COVID-19) Pfizer-BioNTech di pusat vaksinasi di Seoul, Korea Selatan, Kamis (1/4/2021).

Kasus harian Covid-19 di Korea Selatan (Korsel) mencapai 7.000 lebih untuk pertama kalinya. Rumah sakit di negara tersebut juga mulai kewalahan menyusul terjadinya lonjakan kasus dengan gejala parah dan meningkatknya jumlah kematian.

Jumlah kasus di Korea Selatan melonjak pada Desember ini setelah pemerintah mulai melonggarkan pembatasan di bawah skema 'hidup berdampingan dengan Covid-19' pada November lalu.

Dilansir dari Reuters, Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Korea (KDCA) melaporkan 7.175 kasus dan 63 kematian Covid-19 pada Selasa (7/12). Rumah sakit saat ini merawat 840 pasien kritis dan pasien dengan penyakit serius.

Jumlah pasien yang dirawat melonjak 66 orang dari hari sebelumnya.

Advertisement

"Penting untuk mempertahankan atau mengurangi tren skala pasien sakit parah saat ini, dalam satu atau dua minggu," kata pejabat senior Kementerian Kesehatan Korsel, Son Young-rae, dikutip dari Reuters, Kamis (9/12).

Data Kementerian Kesehatan Korea Selatan menunjukan jumlah pasie Covid-19 dengan gejala sangat parah melonjak menjadi 498 orang pada minggu ketiga November, dari 333 pada minggu keempat Oktober.

 

 Dia mengatakan, pemerintah perlu melakukan penyesuaian signifikan pada sistem perawatan kesehatan jika kasus harian mencapai 10.000.

Jyga, mempertimbangkan untuk memperluas kapasitas perawatan di rumah dari sekitar 50% saat ini.

Korea Selatan juga akan menambah jumlah tempat tidur di rumah sakit. Untok wilayah di luar metropolotan area, diperlukan setidaknya tambahan tempat tidur sebanyak 267 buah.

Pemerintah akan menerjunkan personel tambahan untuk memantau pasien yang dirawat di rumah, sekaligus meningkatkan sistem pemindahan darurat ke rumah sakit bagi orang-orang yang mengalami gejala parah. 

Selain rumah sakit besar, klinik swasta juga akan merawat pasien Covid-19.

Perdana Menteri Kim Boo-kyum mendesak masyarakat dengan usia di atas 60 tahun untuk mendapatkan suntikan booster. Dia juga mengimbau remaja untuk mendapatkan vaksinasi.

 Sebanyak 80% kasus berada di Seoul, sehingga pemerintah harus berjuang untuk mengamankan kapasitas tempat tidur rumah sakit di wilayah tersebut.

Diketahui, Korsel pada Senin (6/12) memberlakukan sejumlah pembatasan yang lebih ketat, termasuk mengurangi jumlah kapasitas orang dalam pertemuan pribadi dan memperluas mandat izin vaksin.

Hingga kini ada 489.484 kasus dan 4.020 kematian Covid-19 di negara tersebut. Menurut data KDCA, sebesar 91,8% dari populasi orang dewasa berusia di atas 18 tahun di Korsel telah mendapat vaksinasi Covid-19 tahap dua.

Sementara itu, pemerintah Inggris akan melakukan pengetatan kebijakan untuk menekan penyebaran Covid019.

Mulau Jumat (10/12), warga di sana diminta untuk memakai masker jika beraktivitas di ruang publik, termasuk bioskop dan teater.

Jika kondisi memburuk maka auran bekerja dari rumah akan kembali diberlakukan pada Senin (13/12).

 Tiga Dosis Pfizer Diklaim Ampuh Atasi Varian Omicron

Tiga dosis vaksin Pfizer/BioNTech diklaim menghasilkan efek penetralan terhadap varian baru Omicron dalam uji laboratorium.

Dalam pernyataan resmi pertama dari produsen vaksin tentang kemungkinan kemanjuran suntikan mereka terhadap Omicron, BioNTech dan Pfizer mengatakan bahwa dua dosis vaksin menghasilkan antibodi penetral yang secara signifikan lebih rendah.

Namun, dosis ketiga vaksin mereka diklaim dapat meningkatkan antibodi penetralisir.

Pasalnya, berdasarkan tes menggunakan antibodi dalam sampel darah yang diperoleh dari orang-orang yang mendapat suntikan booster ketiga sama efektifnya dengan darah setelah dua dosis melawan virus corona.

BioNTech mengatakan, mereka akan melanjutkan rencana untuk mengembangkan vaksin berbasis Omicron yang ditargetkan siap pada Maret 2022.

 Namun, mereka juga mempertimbangkan untuk membuat vaksin hibrida antara varian Delta dan Omicron.

Para ilmuwan telah menguji darah dari 19 orang yang sudah mendapatkan suntikan vaksin Pfizer untuk mengetahui kemampuannya menetralkan varian Omicron, dan membandingkannya dengan respons terhadap bentuk virus corona sebelumnya.

Para ilmuwan menemukan pengurangan 25 kali lipat dalam netralisasi darah terhadap varian Omicron, tetapi tidak sepenuhnya lolos dari kekebalan.

Darah dari orang-orang yang telah menerima tiga dosis Pfizer memiliki potensi yang kira-kira setara untuk melawan varian Omicron.

Temuan ini secara luas sejalan dengan studi pendahuluan dari Institut Penelitian Kesehatan Afrika di Afrika Selatan pada hari Selasa (7/12), yang menemukan pengurangan 41 kali lipat dalam potensi antibodi setelah dua dosis Pfizer untuk melawan Omicron.

“Yang penting, sebagian besar ahli vaksin setuju bahwa vaksin saat ini masih akan melindungi terhadap penyakit parah dan kematian dalam menghadapi infeksi Omicron," kata Direktur Institut Penelitian Kesehatan Afrika Willem Hanekom.

Reporter: Cahya Puteri Abdi Rabbi
Editor: Maesaroh
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait