Kasus Omicron Inggris Bisa Capai 1 Juta, Pemain Bola Antigen Tiap Hari

Kasus Omicron di seluruh Inggris diperkirakan sudah mencapai 200.000 . Angka tersebut jauh di atas laporan resmi yang mencapai lima ribuan kasus.
Image title
15 Desember 2021, 11:04
Omicron, Inggris, covid-19
ANTARA FOTO/REUTERS/Toby Melville/aww/cfo
Warga mengantri untuk menerima dosis vaksin dan booster COVID-19, saat penyebaran penyakit virus korona (COVID-19) terus berlanjut, di sebuah pusat vaksinasi berjalan di Saint Thomas\' Hospital, di London, Britain, Selasa (14/12/2021).

Kasus penularan varian Covid-19 Omicron di Inggris terus melonjak. Pakar memprediksikan, jumlah kasus Omicron di Inggris akan mencapai 1 juta kasus per hari pada akhir Desember 2021.

Penasihat kesehatan masyarakat pemerintah Inggris, Susan Hopkins mengatakan, penularan varian Omicron selalu berlipat ganda setiap dua hingga tiga hari.

Namun, penularannya semakin cepat dan disebut akan menyebabkan gelombang baru penularan Covid yang berisiko memberikan tekanan yang signifikan pada negara tersebut.

Sementara, jumlah infeksi Omicron di seluruh Inggris diperkirakan jauh lebih tinggi, yakni sekitar 200.000 infeksi harian pada hari Senin (13/12).
Data resmi yang dikeluarkan Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UKHSA) pada Selasa (14/12) melaporkan kasus Omicron mencapai 5.346, bertambah 633 kasus dibandingkan hari sebelumnya.

Tingginya perbedaan angka tersebut terjadi karena dikhawatirkan banyak orang yang terinfeksiOmicron tapi tidak menjalani tes Covid-19.

Secara keseluruhan, Inggris melaporkan kasus tambahan Covid-19 sebanyak 59.510, kemarin, yang menjadi rekor tertinggi sejak awal Januari tahun ini.

 Hopkins mengatakan, dengan begitu banyak orang yang diperkirakan tertular virus selama beberapa minggu mendatang, sistem pelayanan kesehatan nasional Inggris (NHS) akan berada di bawah tekanan yang signifikan.

“Jika kita memiliki satu juta kasus dalam satu hari, sebagian kecil dari orang-orang yang membutuhkan rawat inap akan terdampak,” katanya dikutip dari The Guardian, Rabu (15/12),

Pemerintah Inggris juga mengkhawatirkan peningkatan kasus yang sangat cepat akan berdampak pada kegiatan belajar mengajar di sekolah dan kegiatan di pusat perbelanjaan.

Oleh karena itu, jika lonjakan kasus terus terjadi, pemerintah akan memberlakukan 10 hari isolasi mandiri bagi orang yang tertular Covid.

Rumah sakit di Inggris bersiap juga telah siap menghadapi lonjakan pasien Covid mulai pekan depan karena varian Omicron menyebar begitu cepat.

Penularan Omicron yang lebih cepat membuat rumah sakit harus kembali merawat sejumlah besar pasien meskipun gejala yang dialami lebih ringan daripada varian Delta.

 Liga Inggris terapkan protokol darurat
Sebagai bentuk antisipasi penyebaran Omicron, kompetisi Liga Inggris akan menerapkan protokol kesehatan darurat.

Setiap staf dan pemain bola kini diwajibkan menjalani tes Covid-19 yakni Rapid Antigen tiap hari dan Tes PCR dua kali seminggu.

Dengan demikian, pemain bola dan staf wajib menjalani tes PCR sembilan kali seminggu. Pemain bola harus menjalani tes Covid di dalam mobil sebelum memasuki fasilitas latihan.
Klub juga diwajibkan melaporkan hasil tes masal pada Natal nanti. 

Dalam sepekan, 42 pemain dan staf di klub Liga Inggris dilaporkan positif Covid-19. Angka ini adalah yang tertinggi sejak Mei tahun lalu.

 Meningkatnya kasus di Inggris juga membuat klub-klub Liga Premier khawatir karena bisa semakin menambah banyaknya penundaan pertandingan.

Lima club yang terdampak dari adanya lonjakan kasus ini yaitu, Manchester United, Norwich City, Arsenal, Leicester City dan Aston Villa.

Pertandingan antara Manchester United dengan Brentford yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa (14/12) malam juga ditunda.

Selain itu, pertandingan antara Brighton dengan Tottenham Hotspurs pada hari Minggu (12/12) juga dibatalkan karena wabah Covid-19 di Spurs.

Dilansir dari Daily Mail, kekhawatiran para pemain dan staf Liga Inggris bertambah karena lambatnya vaksinasi yang dilaksanakan.

Menurut data pada Oktober 2021, 68% pemain Liga Inggris telah divaksinasi lengkap.

Namun, Komite Bersama untuk Vaksinasi dan Imunisasi tetap teguh pada jarak tiga bulan antara dosis vaksin kedua dan ketiga.

Hampir sepertiga pemain harus menunggu hingga setidaknya akhir Januari untuk menerima vaksin booster mereka.

 

Reporter: Cahya Puteri Abdi Rabbi
Editor: Maesaroh
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait