Sebanyak 11 WNI Tewas Jadi Korban Kapal Terbalik di Malaysia

Image title
Oleh Antara
16 Desember 2021, 11:35
kapal, malaysia, WNI
(ANTARA/HO-MRSC Johor Bahru)
Kapal pengangkut PMI karam di perairan Johor Bahru, Malaysia, Rabu (15/12).

Setidaknya 11 Warga Negara Indonesia (WNI) tewas dalam insiden kapal terbalik di sebelah tenggara Tanjung Balau, Kota Tinggi, Johor, Malaysia. Korban diduga akan mencari pekerjaan secara ilegal di Malaysia.

Dikutip dari Antara,  Duta Besar RI untuk Malaysia Hermono mengatakan 11 orang  yang sudah diketemukan jenazahnya  terdiri dari tujuh laki-laki dan empat perempuan.

Sementara itu, 14 orang yang selamat terdiri dari 12 laki-laki dan dua perempuan. Tim SAR masih mencari korban yang dinyatakan hilang.

Hermono mengatakan terdapat 50 orang penumpang dalam kapal tersebut. Kapal yang terbalik tersebut memiliki empat mesin dengan  kapasitas 800 tenaga kuda.

"Menurut informasi penumpang yang selamat, penumpang kapal yang berangkat dari Tanjung Uban adalah WNI. Jadi kalau kita lihat kapalnya cukup besar. Kalau bisa menampung 50 orang artinya kan cukup besar," ujar Hermono ketika dikonfirmasi di Kuala Lumpur, Rabu, dikutip dari Antara.

 Namun, berdasarkan informasi terbaru,  dari 14 yang selamat tersebut delapan orang sebetulnya adalah warga yang mau kembali ke Indonesia.

"Jadi kapal itu tadi yang menurunkan penumpang, lalu kembali ke Indonesia, dia juga membawa penumpang juga," kata Hermono.

"Kalau betul data yang disampaikan oleh penumpang yang selamat itu, kapal membawa sekitar 50 penumpang artinya sekitar 33 lagi yang masih dalam pencarian," tambahnya.

Informasi terbaru mengatakan Maritime Rescue Sub Centre (MRSC) Johor Bahru Malaysia kembali menemukan lima mayat korban kapal terbalik tersebut.

 Badan Penegakan Maritim Malaysia Kantor Maritim Negeri Johor dalam pernyataannya di Johor, Kamis (16/12), menyebutkan mayat yang ditemukan terdiri dari tiga laki-laki dan dua orang wanita.

Dengan penemuan ini menjadikan jumlah keseluruhan korban sebanyak 30 orang yaitu 14 korban selamat dan 16 korban meninggal dunia.

“Maritim Malaysia bersama agensi sahabat meneruskan Operasi Cari Selamat hari kedua untuk menemukan sisa lebih kurang 20 korban yang masih belum ditemui terkait insiden kapal karam yang membawa lebih kurang 50 pendatang asing tanpa izin (PATI) di Tanjung Balau,” katanya.

 Wakil Direktur (Operasi) Badan Penegakan Maritim Malaysia (Maritim Malaysia) Negeri Johor, Kapten Maritim Simon Templer Lo Ak Tusa mengatakan hari ini operasi akan melibatkan wilayah seluas 147 batu nautika pencarian di laut sekitar perairan Tanjung Balau.

“Manakala pencarian sektor udara seluas 76.5 batu nautika dengan menggunakan sebuah pesawat udara AW139 Maritim Malaysia,” katanya.

Pangkalan operasi telah didirikan di Pantai Tanjung Balau pada jam 08.50 pagi Rabh malam berdekatan lokasi kejadian.

Operasi hari ini turut melibatkan 133 petugas di PHC terdiri dari Angkatan Tentara Malaysia (ATM), Polisi Diraja Malaysia (PDRM), Pasukan Polis Marin (PPM), Dinas PMK (JBPM), Angkatan Pertahanan Umum Malaysia (APM) serta Kementerian Kesehatan Malaysia (KKM).

Koordinator Fungsi Konsuler KJRI Johor Bahru, Andreza Setia mengatakan semua mayat akan dibawa ke Rumh Sakit Sultan Ismail Johor Bahru.

 

Reporter: Antara
Editor: Maesaroh
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait