AS Cabut Larangan Masuk Pelancong dari 8 Negara Afrika Per 31 Desember

Delapan negara Afrika tersebut yakni Afrika Selatan, Botswana, Zimbabwe, Namibia, Lesotho, Eswatini, Mozambik, dan Malawi.
Image title
27 Desember 2021, 08:55
AS, Amerika, Afrika, covid-19, omicron
ANTARA FOTO/REUTERS/Eduardo Munoz/WSJ/cfo
Warga bertemu dengan kerabat di klaim bagasi saat tiba di Bandara Internasional John F. Kennedy saat Amerika Serikat membuka kembali perbatasan darat dan udara untuk mereka yang sudah divaksinasi COVID-19 untuk pertama kalinya sejak pembatasan COVID-19 diberlakukan, di New York, Amerika Serikat, Senin (8/11/2021).

Pemerintah Amerika Serikat (AS) akan mencabut larangan masuk bagi pelancong dari delapan negara kawasan Afrika bagian selatan mulai 31 Desember mendatang.

Adapun delapan negara tersebut yakni Afrika Selatan, Botswana, Zimbabwe, Namibia, Lesotho, Eswatini, Mozambik, dan Malawi.

Warga negara AS maupun warga negara asing yang dilarang masuk karena sebelumnya berada di salah satu dari delapan negara Afrika Selatan tersebut akan kembali diizinkan masuk AS, dengan penerbangan yang berangkat setelah pukul 12 malam tanggal 31 Desember.

 Sebelumnya, sejumlah negara telah membatasi perbatasan bagi pendatang yang baru melakukan perjalanan dari Afrika bagian selatan.

Langkah tersebut diambil setelah varian Covid-19 Omicron terdeteksi di Afrika Selatan. Varian itu dilaporkan ke Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 24 November lalu.

"Keputusan ini direkomendasikan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC). Pembatasan memberi kami waktu untuk memahami Omicron dan kami tahu vaksin yang ada saat ini bekerja melawan Omicron," kata Juru Bicara Gedung Putih Kevin Munoz dikutip dari Reuters, Senin (27/12).

 CDC merekomendasikan pencabutan pembatasan perjalanan karena mengganggap bahwa pembatasan yang dilakukan tidak akan berdampak signifikan untuk menekan peningkatan kasus Covid-19 di AS.

Mereka meyakini bahwa vaksin yang ada,  ditambah dengan suntikan booster akan efektif untuk melawan varian baru terebut, tanpa harus membuat vaksin khsusu Omicron.

"Pembatasan perjalanan ini telah mencapai tujuannya. Ini memberi waktu untuk menganalisis variannya," kata seorang pejabat Gedung Putih.

Sebelumnya, AS baru mencabut pembatasan perjalanan untuk pendatang  dari Afrika Selatan pada 8 November yang diberlakukan sejak akhir Januari 2021 untuk mengatasi pandemi Covid-19.

Setelah muncul varian Omicron, AS kembali memperketat aturan pengujian untuk wisatawan asing dan memperpanjang persyaratan untuk memakai masker di pesawat terbang dan di bandara hingga 18 Maret.

 Sebelum aturan pengetatan diperbaharui, wisatawan asing yang datang ke AS dan sudah divaksinasi harus  menunjukkan hasil tes negatif yang diperoleh dalam waktu tiga hari sejak hari keberangkatan mereka.

Sementara dalam aturan baru, para pendatang diwajibkan menunjukkan hasil tes negatif yang diperolah adalah satu hari sebelum keberangkatan.

CDC juga meminta maskapai penerbangan agar memberikan nama penumpang yang telah melakukan perjalanan di Afrika selatan dalam beberapa hari terakhir, sehingga lembaga kesehatan setempat dapat melakukan pelacakan kontak.

 Berdasarkan data Worldometers.info, total kasus positif di Amerika Serikat telah menembus 53,22 juta. Kasus harian yang dilaporkan dalam sepakan terakhir berada di kisaran 200 ribu.

Berdasarkan data Global Initiative on Sharing All Influenza Data (GISAID), kasus Omicron di AS telah mencapai 7.341, atau tertinggi kedua setelah Inggris.

Reporter: Cahya Puteri Abdi Rabbi
Editor: Maesaroh
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait