Jumlah Kasus Omicron Melonjak Jadi 414, Penularan Lokal Terus Naik

Jumlah kasus Omicron melalui penularan lokal sudah bertambah menjadi 31 orang pada Sabtu (8/1) atau bertambah 30 orang dalam kurun waktu 12 hari.
Image title
9 Januari 2022, 23:25
omicron, covid-19
ANTARA FOTO/Fauzan/rwa.
Sejumlah penumpang pesawat internasional antre pemeriksaan setibanya di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (7/1/2022). Pemerintah untuk sementara menutup pintu masuk bagi 14 negara.

Lonjakan kasus Covid-19 varian Omicron terus terjadi di Indonesia. Hanya dalam sehari, kasus Omicron di Indonesia sudah bertambah dari 318 kasus pada Jumat (8/1) menjadi 414 pada hari Sabtu (8/1).

Kementerian Kesehatan mencatat kasus Omicron mulai meningkat tajam di bulan Januari. Pada Desember, jumlah orang yang terinfeksi virus Omicron tercatat 136 orang  sementara pada periode 1- 8 Januari tercatat 278 orang.

Data Kementerian Kesehatan juga mencatat jumlah kasus Omicron yang ditularkan melalui transmisi lokal terus meningkat.

Dari 414 orang yang terinfeksi, sebanyak 31 orang merupakan kasus transmisi lokal  sementara sisanya merupakan merupakan pelaku perjalanan luar negeri. 

Advertisement

Dengan demikian, jumlah kasus transmisi atau penularan lokal sudah bertambah delapan orang dari 23 orang pada Jumat (8/1) menjadi 31 orang pada Sabtu (8/1).

Kasus Omicron transmisi lokal pertama kali terdeteksi pada 28 Desember. Artinya, hanya dalam 12 hari, kasus transmisi lokal sudah bertambah 3o orang.

 Menyusul melonjaknya kasus Omicron, Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmidzi meminta masyarakat untuk tidak melakukan perjalanan luar negeri jika tidak terlalu penting.

"Sebagian besar kasus Omicron berasal dari pelaku perjalanan luar negeri. Karena itu masyarakat diharapkan menunda dahulu jika ingin pergi ke luar negeri," kata Siti, dalam keterangan pers, Minggu (9/1).

Siti Nadia menambahkan kasus penularan Omicron paling banyak berasal dari Turki dan Arab Saudi. 

Kementerian Kesehatan juga mencatat sebagian besar orang yang terinfeksi Omicron sudah mendapatkan lengkap. Artinya vaksinasi tidak menjamin seseorang terhindar dari virus Covid-19. 

"Kita harus waspada, jangan sampai tertular. Wajib disiplin terapkan protokol kesehatan meski sudah divaksinasi, jangan sampai tertular dan menularkan" tuturnya.

 Omicron memiliki tingkat penularan yang jauh lebih cepat dibandingkan varian Delta. Di Indonesia, pergerakan Omicron terus meningkat sejak pertama kali dikonfirmasi pada 16 Desember 2021.

Sebagai upaya untuk menekan penyebaran Omicron, Kementerian Kesehatan meminta daerah untuk memperkuat kegiatan 3T (Testing, Tracing, Treatment).

Juga, aktif melakukan pemantauan apabila ditemukan cluster-cluster baru Covid-19 dan segera melaporkan dan berkoordinasi dengan pusat apabila ditemukan kasus konfirmasi Omicron di wilayahnya.

"Kita tidak boleh lengah, jangan sampai gelombang ketiga terjadi di Indonesia. Jangan sampai apa yang terjadi di India terjadi juga di Indonesia,"tutur Siti Nadia.

India tengah menghadapi gelombang ketiga Covid-19 menyusul terjadinya lonjakan kasus Omicron.
Pada hari ini, Minggu ((/1), India melaporkan tambahan kasus Covid-19 sebanyak 159.632 di mana Omicron menyumbang 3.623 kasus.
Padahal, India masih melaporkan tambahan kasus di bawah 10 ribu kasus pada periode Desember 2021.

"Dalam 10 hari terakhir terjadi kenaikan tren kasus (di India). Ini yang kita hindari" kata Nadia.

 Sebagai informasi, jumlah kasus Covid-19 di Indonesia terus meningkat tajam dalam sepekan terakhir.

Pada hari ini, Minggu (9/1), Indonesia melaporkan tambahan kasus sebanyak 529.

Dalam sepekan terakhir, Indonesia sudah mencatatkan kasus di atas 500 sebanyak tiga kali yakni pada tanggal 6, 7, dan 9 Januari.

Padahal, pada periode 6 November 2021-5 Januari 2022 atau dua bulan, Indonesia hanya sekali mencatatkan tambahan kasus di atas 500 yakni pada 17 November (522 kasus). 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait