RI Terima 400 Ribu Obat Covid Paxlovid, Apotek Akan Jual Obat Corona

Pemerintah memperkirakan puncak kasus Covid -19 gelombang Omicron diperkirakan 35 – 65 hari mendatang.
Image title
17 Januari 2022, 10:01
Covid, Covid-19, obat virus corona
Antara
Ilustrasi obat Covid

 Indonesia terus mempersiapkan sejumlah langkah untuk mengantisipasi lonjakan kasus  Covid-19, termasuk dengan menyiapkan stok obat-obatan. 

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan Indonesia telah menerima ratusan ribu obat antivirus Paxlovid.

"Obat-obatan Paxlovid 400 ribu tablet sudah datang," kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam konferensi pers hasil rapat terbatas tentang Evaluasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat, Minggu (16/1).

Selain itu, stok Paxlovid akan kembali tiba pada Februari mendatang. Obat buatan Pfizer itu juga akan diproduksi di Indonesia mulai Maret dan April mendatang.

Advertisement

 Mantan Direktur Utama Bank Mandiri itu mengatakan, obat itu juga akan tersedia di apotek. Namun, obat tersebut akan dijual sesuai dengan ketentuan yang berlaku, seperti memerlukan resep dokter. 

Budi menambahkan nantinya ketersediaan obat akan dibagi dalam beberapa kategori seperti dijual di apotek, dengan resep dokter, serta yang harus diberikan melalui peralatan kesehatan.

"Sehingga kalau lonjakan datang, obat sudah siap," ujar dia.

Budi mengatakan, puncak kasus Covid-19 gelombang Omicron diperkirakan 35 – 65 hari dari sekarang.

Perkiraan itu dengan memperhitungkan awal teridentifikasinya kasus Omicron di Indonesia pada akhir Desember 2021.

"Tetapi kasus mulai naik awal Januari,” kata dia.

 Kasus Covid-19 Omicron pertama di Indonesia teridentifikasi akhir tahun lalu (15/12/2021) yaitu satu pekerja di Wisma Atlet. Pasien ini tidak mengalami gejala virus corona.

Menurut Budi, di sejumlah negara yang sudah terkena Covid-19 varian Omicron, tingkat perawatan di rumah sakit mencapai 30% - 40% dibanding gelombang Delta.

"Walaupun kenaikan cepat dan tinggi, tingkat perawatan di rumah sakit lebih rendah dibanding Delta,” ujarnya.

Selain Paxlovid, Kementerian Kesehatan sudah mengamankan 400 ribu Molnupiravir yang disiapkan PT Amarox.

Selain itu, PT Amarox juga akan memproduksi sendiri Molnupiravir mulai April atau Mei 2022.

 Produksi dalam negeri sangat penting lantaran dari pengalaman lonjakan Covid-19 sebelumnya, Indonesia mengalami kesulitan mendapatkan pasokan obat.

Ia mengatakan, dalam jangka pendek PT Amarox bisa membantu penanganan pandemi dan dalam jangka panjang mampu mendukung kemandirian obat dalam negeri.

Sebagai informasi, Paxlovid digunakan untuk pasien berisiko tinggi, seperti risiko rawat inap dan kematian. Pil diminum setiap 12 jam selama lima hari dan memerlukan resep dokter.

Sementara, Molnupiravir menjadi antivirus oral yang mengacaukan kode genetik virus agar tidak bereplikasi di tubuh inang.

 Studi laboratorium yang dilakukan Merck menunjukkan, Molnupiravir kemungkinan efektif melawan varian virus corona.

Hasil penelitian raksasa farmasi AS ini menunjukkan, obat itu paling mujarab bila diberikan pada tahap awal infeksi.
Kasus Covid-19 di Indonesia masih tinggi dalam sepekan. Jumlah kasus harian Covid-19 di Indonesia bertambah 855 pada Minggu (16/1). Paling tinggi disumbang oleh Jakarta yakni 566.


Reporter: Rizky Alika
Editor: Maesaroh
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait