ILO Ramal Angka Pengangguran RI Belum Akan Turun ke Level Pra-Pandemi

Jumlah pengangguran di Indonesia tahun ini diperkirakan masih 1,2 juta orang lebih banyak dibandingkan level sebelum pandemi atau pada tahun 2019.
Image title
19 Januari 2022, 09:12
pengangguran, ILO, tenaga kerja
ANTARA FOTO/Fauzan/wsj.
Sejumlah karyawan berjalan keluar saat jam pulang kerja di salah satu pabrik di Kota Tangerang, Banten, Rabu (20/1/2021). Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menyebutkan bahwa angka pengangguran di Indonesia meningkat sebanyak 2,6 juta orang menjadi 9,7 juta akibat pandemi COVID-19.

Organisasi Buruh Internasional (ILO) melaporkan pemulihan di pasar tenaga kerja Indonesia terus berlanjut. Namun, setidaknya hingga tahun depan, jumlah pengangguran di Indonesia masih banyak dan angkanya belum menurun  ke level sebelum pandemi.

Berdasarkan data World Employment and Social Outlook (WESO) edisi 2022 menunjukkan jumlah pengangguran di Indonesia tahun ini diperkirakan 6,1 juta orang, tidak berubah dari tahun lalu.

Jumlah orang yang tidak berkerja diperkirakan akan turun ke 5,8 juta orang di tahun depan. 

Jumlah pengangguran di Indonesia tahun ini diperkirakan masih 1,2 juta orang lebih banyak dibandingkan level sebelum pandemi atau pada tahun 2019. Jumlah pengangguran pada tahun tersebut sebanyak 4,9 juta orang.

Advertisement

 Jika melihat secara persentase, tingkat pengangguran di Indonesia juga belum menurun kembali ke level pandemi setidaknya hingga tahun depan.

Tingkat pengangguran tahun ini diperkirakan 4,4% dan menyusut ke 4,1% pada tahun 2023.

Namun tingkat pengangguran RI tahun ini masih 0,8 persen poin lebih tinggi dari level sebelum pandemi.

Tingkat partisipasi angkatan kerja Indonesia, yang merepresentasikan persentase jumlah orang dalam angkatan kerja dari total penduduk usia kerja, juga belum kembali ke level sebelum pandemi.

Tingkat partisipasi angkatan kerja Indonesia mulai naik sejak tahun lalu menjadi 59,3% tahun ini dan 59,4% pada tahun depan. Namun level tersebut masih di bawah tahun 2019 sebesar 60,5%.

 Tidak hanya di Indonesia, tingkat pengangguran di beberapa negara ASEAN juga masih belum pulih ke level pra-pandemi setidaknya hingga 2023.

Pengecualian terjadi di beberapa negara seperti Thailand dan Filipina.

Tingkat pengangguran Filipina tahun ini 2,3%, kemudian turun ke 2,2% pada tahun depan. Angka tersebut berada di level yang sama pada tahun 2019.

Tingkat pengangguran di Thailand juga diperkirakan kembali ke level sebelum pandemi pada tahun depan yakni ke 0,7%. Jumlah pengagguran pada tahun ini diperkirakan sebesar 1%.

Sementara itu, tingkat pengangguran di Vietnam tahun ini diperkirakan 2,3% dan turun ke 2,2% tahun depan.

Namun, level tersebut masih 0,2 persen poin di atas level pra-pandemi.

Malaysia juga sama, tingkat penganggurannya juga terus turun menyentuh 3,8% tahun depan, tetapi masih tinggi 0,5 persen poin dari sebelum pandemi.

Tingkat angkatan kerja Singapura diperkirakan stagnan dalam dua tahun ini dan masih jauh di atas level sebelum pandemi.

 Pemulihan pasar tenaga kerja yang belum kembali ke level pandemi baik di Indonesia maupun sejumlah negara ASEAN tidak lepas dari perlambatan pemulihan pasar tenaga kerja yang terjadi di level global.

ILO memperkirakan jumlah pengangguran dunia mencapai 207 juta orang tahun ini, atau 21 juta lebih banyak daripada level sebelum pandemi. Pemulihan berlanjut di tahun depan tapi belum kembali ke level pra-pandemi.

"Dua tahun dalam krisis ini, prospek tetap rapuh dan jalan menuju pemulihan lambat dan tidak pasti,” kata Direktur Jenderal ILO Guy Ryder dalam keterang tertulisnya, Senin (17/1).

ILO juga memberikan catatan, pemulihan pasar tenaga kerja kemungkinan akan berjalan tidak seimbang.

Pemulihan di kawasan Eropa dan Amerika Utara diperkirakan memiliki performa paling baik. Di sisi lain, Amerika Latin, Karibia dan Asia Tenggara akan menjadi kawasan dengan perlambatan pemulihan paling parah.

 Di tingkat negara-negara, pemulihan pasar tenaga kerja paling kuat akan dialami negara-negara maju yang berpenghasilan tinggi.

Tingkat pengangguran di negara-negara kaya diperkirakan bisa mencapai level sebelum pandemi pada tahun depan.  

Sebaliknya, negara-negara miskin berpenghasilan menengah ke bawah akan menghadapi pemulihan yang lebih sulit.

Jumlah penduduk yang menganggur di negara pendapatan menengah dan bawah diperkirakan masih akan di atas level pandemi sampai tahun depan.

"Tidak akan ada pemulihan yang nyata dari pandemi ini tanpa pemulihan pasar tenaga kerja berbasis luas. Agar berkelanjutan, pemulihan ini harus didasarkan pada prinsip-prinsip pekerjaan yang layak, termasuk kesehatan dan keselamatan, kesetaraan, perlindungan sosial, dan dialog sosial," kata Ryder.

 

Reporter: Abdul Azis Said
Editor: Maesaroh
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait