Pembangunan Transportasi Ibu Kota Baru Habiskan Ongkos Rp 582 Miliar

Sistem transportasi di IKN akan berkonsep smart, go green, dan terintegrasi. Salah satunya dengan menggunakan kendaraan listrik berbasis baterai dan kendaraan autonomous untuk angkutan bus.
Image title
28 Januari 2022, 06:05
IKN, ibu kota, ibu kota baru, transportasi
Sekretariat Presiden/Youtube
Ilustrasi sistem transportasi di ibu kota negara baru

Sistem transportasi di Ibu Kota Negara (IKN) baru di Kalimantan Timur akan dibangun dengan pendekatan smart, ramah lingkungan, dan terintegrasi. Kebutuhan dana untuk membangun sistem transportasi tersebut mencapai Rp 582,6 miliar hanya untuk tahun 2022.

“Total kebutuhan pendanaannya mencapai Rp 582, 6 Miliar untuk tahun 2022,” tutur Menteri Perhubungan, dalam keterangan resmi, Kamis (27/1).

Dia menjelaskan pihaknya telah menyampaikan kebutuhan penambahan anggaran untuk persiapan dan pembangunan sektor transportasi IKN tahun 2022 tersebut kepada Menteri Keuangan dan Menteri PPN/Kepala Bappenas. 

 Dengan terbatasnya ruang fiskal pendanaan oleh APBN, Budi Karya mengatakan pemerintah memberikan kesempatan kepada pihak swasta/badan usaha dan masyarakat, untuk turut berperan membangun sektor transportasi IKN.

Advertisement

Keterlibatan swasta bisa dilakukan melalui skema Pembiayaan Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).

Mantan Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol tersebut sistem transportasi IKN akan menggunakan konsep smart city seperti yang pernah disampaikan Presiden Joko Widodo.

“Untuk mendukung pembangunan di kawasan IKN, kami telah siapkan konsep Smart City, Smart Mobility,” tutur Budi Karya.

Pertengahan Januari lalu, Presiden Jokowi mengatakan ibu kota baru diharapkan bisa menjadi kota pintar yang kompetitif di tingkat global. 

Selain itu, ibu kota itu diharapkan menjadi lokomotif baru untuk transformasi negara, termasuk dalam mendukung Indonesia yang berbasis inovasi, tekonologi, dan ekonomi hijau.

 Budi Karya mengatakan penyiapan transportasi sangat penting dalam mendukung kelancaran aksesibilitas dan mobilitas manusia maupun barang di IKN.

“Dalam membangun konektivitas dan aksesbilitas IKN, transportasi publik yang ramah lingkungan menjadi pilihan utama,” ujarnya.

Untuk mendukung sistem transportasi udara, akan dilakukan pengembangan bandara dengan mengusung konsep aerotropolis yang cerdas, terintegrasi, dan memperhatikan etika lingkungan.

Di sektor transportasi laut, akan dikembangkan penggunaan kapal autonomous untuk kapal penumpang maupun barang, konsep smart port dan traffic separation scheme (TSS).

Sementara itu, di sektor transportasi darat akan dikembangkan fasilitas pejalan kaki, sepeda, kendaraan listrik berbasis baterai, dan kendaraan autonomous untuk angkutan bus.

 Saat ini, Provinsi Kalimantan Timur telah memiliki sejumlah prasarana transportasi yang akan mendukung konektivitas di IKN seperti Bandara di Balikpapan dan Samarinda.

Juga, Pelabuhan Semayang, Pelabuhan Kariangau dan Pelabuhan Kaltim Kariangau Terminal (KKT).

Budi Karya mengatakan pemerintah akan mengoptimalkan prasarana yang ada dan akan membangun sejumlah infrastruktur transportasi di kawasan inti pusat pemerintahan (KIPP) maupun daerah sekitarnya.

Di antaranya terminal tipe A, Bus Rapid Transit (BRT), Bandara khusus VVIP, Kereta Api Perkotaan dan antarkota (Trans Kalimantan), dan intelligent transport system (ITS).

Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan (Balitbanghub) telah melakukan penelitian dan kajian  sejak tahun 2020 untuk pengembangan sistem transportasi IKN.

Kemenhub juga telah menghasilkan dokumen perencanaan transportasi di IKN, baik itu Masterplan, Feasibility Study dan Detail Engineering Design (DED).

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait