Jerman dan Swedia Hibahkan 3 Juta Dosis Vaksin AstraZeneca

Hibah vaksin AstraZeneca dari Jerman dan Swedia disalurkan melalui COVAX Facility.
Image title
28 Januari 2022, 19:39
vaksin, astrazeneca, COVAX
ANTARA FOTO/Galih Pradipta/rwa.
Petugas kesehatan menyuntikkan vaksin COVID-19 dosis ketiga kepada warga saat vaksinasi booster COVID-19 di Jiexpo Kemayoran, Jakarta, Selasa (25/1/2022). Kementerian Kesehatan (Kemenkes) kebut program vaksinasi booster atau dosis ketiga di wilayah Jabodetabek setelah mendeteksi adanya lonjakan kasus Omicron di Indonesia.

Indonesia kembali menerima hibah vaksin Covid-19 melalui  COVAX Facility. Kali ini, hibah datang dari Jerman dan Swedia berupa 2,97 juta dosis vaksin produksi AstraZeneca.

Vaksin hibah Jerman dan Swedia telah tiba di tanah air pada hari ini, Jumat (28/1). Ini adalah kedatangan vaksin tahap ke-202  ke Tanah Air.

"Kami atas nama pemerintah dan rakyat Indonesia menyampaikan terima kasih sebesar-besar kepada pemerintah Jerman dan Swedia atas donasi vaksin ini," tutur Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Kementerian Komunikasi dan Informatika Usman Kansong, dalam keterangan resmi, Jumat (28/1).

Sebelumnya pemerintah Jerman juga telah beberapa kali memberikan donasi vaksin kepada Indonesia.

Advertisement

Pada 22 Desember lalu, Jerman mengirim vaksin Moderna sebanyak 2.389.400 dosis dan  pada 24 Desember vaksin Moderna sejumlah 2.688.000 dosis.

 Usman menegaskan pandemi Covid-19 merupakan masalah global yang harus diatasi bersama oleh seluruh bangsa, termasuk dalam upaya vaksinasi.

COVAX atau Covid-19 Vaccines Global Access merupakan sebuah inisiatif global yang ditujukan untuk akses setara untuk vaksin-vaksin COVID-19, diupayakan terjadinya kesetaraan akses terhadap vaksin bagi bangsa-bangsa di dunia.

Bertambahnya hibah vaksin dari Jerman dan Swedia menunjukan efektifnya kerjasama bilateral yang Indonesia jalin dengan pihak luar sejak awal pandemi.

Selain Jerman dan Swedia,  ejumlah negara juga telah memberikan hibah vaksin kepada Indonesia seperti Jepang, Republik Rakyat Tiongkok, Australia, Amerika Serikat, Prancis, Jerman, Italia, Yunani, Uni Emirat Arab, dan Belanda.

"Kerja sama antar negara menjadi salah satu elemen penting untuk bersama mengatasi pandemi yang telah berlangsung sekitar dua tahun ini," ujarnya.

 Dia menambahkan kedatangan vaksin akan membantu pemerintah dalam meningkatkan dan mempercepat vaksinasi.

Percepatan vaksinasi makin signifikan seiring meningkatnya lagi laju penyebaran Covid, khususnya varian Omicron.

Dia juga memastikan, vaksin yang datang ini akan secepatnya didistribusikan ke wilayah-wilayah yang membutuhkan stok vaksin untuk pelaksanaan program vaksinasi.

Indonesia telah melampaui target WHO untuk capaian vaksinasi. Namun, ada beberapa wilayah yang capaiannya masih perlu dioptimalkan.

Pemerintah pusat mendorong daerah-daerah yang capaian vaksinasinya masih rendah atau belum mencapai target, untuk melakukan upaya ekstra untuk meningkatkannya.

Termasuk di dalamnya adalah memberikan pemahaman dan ajakan kepada masyarakat yang masih enggan untuk divaksinasi.

"Terutama bagi kelompok lansia yang masuk kategori rentan dan berisiko tinggi," katanya.

  Usman meminta masyarakat untuk segera divaksinasi, bagi yang belum. Sementara yang sudah mendapatkan vaksin lengkap diminta segera melakukan vaksinasi dosis booster.

Hal itu untuk lebih memberikan perlindungan, baik kepada diri sendiri, juga orang di sekitar.

"Meningkatnya Omicron, juga sebagai pengingat bagi kita semua untuk terus dan tetap menjaga disiplin protokol kesehatan," katanya.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait