Kasus Covid-19 Tambah 37.492, Sumatera Barat dan Jambi Naik Lebih 650%

Dari 10 provinsi di wilayah Sumatera, hanya Kepulauan Riau dan Riau yang mencatatkan kenaikan kasus di bawah 100%. Delapan provinsi mencatat kenaikan di atas 150%.
Image title
8 Februari 2022, 18:52
covid-19, pandemi, corona
ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/tom.
Sejumlah pasien menunggu hasil pemeriksaan COVID-19 di IGD RSUD Depok, Jawa Barat, Jumat (4/2/2022). Keterisian tempat tidur di rumah sakit (Bed Occupancy Rate) maupun ICU di RSUD Depok yang mencapai lima kali lipat dari bulan lalu

Kasus Covid-19 masih mengalami tren peningkatan imbas adanya varian Omicron. Kementerian Kesehatan mencatat kasus corona hari ini, Selasa (8/2), bertambah 37.492 atau naik 43,5% dibandingkan sehari sebelumnya.

Dari jumlah tersebut, sejumlah provinsi mengalami kenaikan Covid-19 yang sangat signifikan dibandingkan sehari sebelumnya.

Kenaikan siginifkan terutama terjadi di wilayah Sumatera. Dari 10 provinsi di wilayah Sumatera, hanya Kepulauan Riau dan Riau yang mencatatkan kenaikan kasus di bawah 100%. Selebihnya bahkan mencatat kenaikan di atas 150%.

Dari seluruh provinsi di Indonesia, Sumatera Barat bahkan mencatatkan kenaikan kasus paling tinggi pada hari ini, yaitu 133 kasus atau naik 682% dibandingkan Senin kemarin sebanyak 17 kasus. Kasus tersebut seluruhnya berasal dari transmisi lokal.

Advertisement

 Kemudian, Jambi melaporkan tambahan kasus corona sebesar 62 kasus atau naik 675% dibandingkan sehari sebelumnya (8 kasus). Seluruh kasus baru hari ini berasal dari penularan lokal.

Selanjutnya, Aceh mendeteksi tambahan 87 kasus harian corona, naik 433% dibandingkan tambahan kasus harian pada Senin (7/2) sebanyak 16 kasus. Sebanyak 87 kasus itu merupakan transmisi lokal.

Adapun kenaikan di Provinsi Sumatera Utara mencapai 176%, Sumatera Selatan (198%), Bengkulu (300%), Lampung (218%), dan Bangka Belitung (197%).

 Berdasarkan jumlah, tambahan kasus harian terbanyak hari ini (8/2) masih berasal dari Jakarta, yaitu 10.817 kasus, turun 14,7% dibandingkan sehari sebelumnya (12.682).

Kasus itu berasal dari transmisi lokal sebanyak 10.527 dan pelaku perjalanan luar negeri 290 orang.

Berikutnya, kasus konfirmasi harian Jawa Barat sebanyak 9.042, naik 79% dibandingkan sehari sebelumnya (5.047). Jumlah itu terdiri dari transmisi lokal 9.001 orang dan pelaku perjalanan internasional 41 orang.

Kasus harian di Jawa Barat adalah yang tertinggi sejak 22 Juli 2021 (10.499), atau saat Indonesia masih berada di puncak gelombang II.

Sementara itu, Banten melaporkan tambahan kasus 5.138, naik 61% dibandingkan hari sebelumnya (3.194). Konfirmasi kasus itu berasal dari transmisi lokal 5.043 kasus dan pelaku perjalanan internasional 95 orang.

Tambahan kasus hari ini diperoleh dari pemeriksaan terhadap 284.638 orang. Jumlah itu meliputi tes Polymerase Chain Reaction (PCR) 82.885 orang, Tes Cepat Molekuler (TCM) 322 orang, dan antigen 201.431 orang.

Dengan demikian, rasio positif harian mencapai 13,17%. Jika dirinci, rasio positif tes PCR dan TCM sebesar 40,2% serta tes antigen 2,01%.

Dengan tambahan kasus pada hari ini maka total kasus konfirmasi Covid-19 di Tanah Air mencapai 4.580.093 orang.

Sementara itu, pasien sembuh hari ini bertambah 10.708 orang. Dengan demikian, total pasien sembuh sejak awal corona masuk Tanah Air mencapai 4.202.312 orang.

Sementara itu, pada hari ini dilaporkan ada 83 pasien corona yang meninggal. Jika diakumulasi, total pasien meninggal akibat corona di Indonesia mencapai 144.719 orang.

Jumlah kasus kematian yang dilaporkan hari ini adalah yang tertinggi sejak 4 Oktober tahun lalu (88 kasus).

Kementerian Kesehatan juga mencatat, kasus aktif hari ini bertambah 26.701 orang. Dengan demikian, total kasus aktif saat ini mencapai 233.062 orang. Selain itu, total suspek hari ini mencapai 19.992 orang.

Reporter: Rizky Alika
Editor: Maesaroh
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait