Kemendikbudristek-INKA Buat 9 Bus Listrik, Akan Digunakan Saat KTT G20

Kerja sama pengembangan bus listrik tmelibatkan UGM, ITS, Universitas Airlangga, dan ISI Denpasar.
Image title
Oleh Maesaroh
1 Maret 2022, 17:00
bus listrik, INKA< G20, G20 Bali, KTT G20, KTT G20 Bali, G20 Bali Summit, KatadataG20
Katadata/Ameidyo Daud Nasution
Venue G20 di Nusa Dua, Bali

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) dan PT INKA menargetkan untuk membuat sembilan Bus Listrik Merah Putih (BLMP). Bus tersebut akan digunakan pada pelaksanaan KTT G20 pada Oktober mendatang.

Dikutip dari Antara, kerja sama pengembangan bus listrik tersebut melibatkan Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), Universitas Airlangga, dan ISI Denpasar.

“Kami menargetkan sembilan BLMP tersebut dapat digunakan pada pelaksanaan KTT G20. Proses pembuatan ini melibatkan perguruan tinggi dan PT INKA,” ujar Ketua Percepatan BLMP, Edi Winarno dikutip dari Antara, Selasa (1/3).

 Kerja sama di antaranya dalam pembuatan komponen bus listrik mulai dari Smart Main Indicator Dispaly, Body, maupun Monocoque Chasis, Electric Powertrain , pembuatan stasiun pengisian ulang baterai, dan baterai.

Para dosen dan mahasiswa turut dilibatkan dalam proses riset dan pengembangan bus listrik tersebut melalui program sabatikal dosen di industri dan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Para mahasiswa akan melakukan magang bersertifikat di PT INKA selama satu semester.

"Diperlukan biaya sebesar Rp45 miliar untuk pengembangan dan pembuatan sembilan bus listrik tersebut. Biaya tersebut dibebankan pada INKA dan Kemendikbudristek,” katanya.

PT INKA akan bertanggung jawab untuk pembiayaan sembilan platform bus listrik, tenaga insinyur dan teknisi, penyediaan pelatihan, biaya sertifikasi bus listrik untuk KTT G20, dan investasi untuk pengembangan bisnis pasca-KTT G20.

Sementara  itu, Kemendikbudristek bertanggung jawab untuk pengembangan komponen kunci bus listrik, pembuatan atau pengadaan komponen kunci bus listrik dan integrasi, dan tuning semua komponen kunci dalam platform bus.

Plt Direktur Riset, Teknologi dan Pengabdian Kepada Masyarakat Kemendikbudristek, Prof Teuku Faisal Fathani mengatakan menjelaskan Indonesia memerlukan kendaraan listrik.

Pasalnya,  cadangan bahan bakar fosil semakin menurun serta adanya permasalahan yang ditimbulkan mulai dari polusi udara maupun pemanasan global.

Reporter: Antara

Dalam rangka mendukung kampanye penyelenggaraan G20 di Indonesia, Katadata menyajikan beragam konten informatif terkait berbagai aktivitas dan agenda G20 hingga berpuncak pada KTT G20 Oktober 2022 nanti. Simak rangkaian lengkapnya di sini.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait