PAM Jaya Akan Distribusikan Air Bersih dari Sungai Ciliwung Mulai 2023

Wilayah yang akan akan dilayani PAM Jaya adalah kawasan Pancoran, Rawajati, Duren Tiga, Kalibata dan Pengadegan.
Image title
13 November 2021, 21:31
PAM Jaya, ciliwung
pamjaya_id/twitter
PAM Jaya

Perusahaan Air Minum (PAM) Jaya berencana mendistribusikan air bersih dari Sungai Ciliwung mulai tahun 2023. 

Distribusi akan dilakukan melalui Instalasi Pengolahan Air (IPA) Ciliwung di Pejaten, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Dilansir dari Antara, Direktur Utama PAM Jaya, Priyatno Bambang Hernowo menjelaskan, Instalasi Pengolahan Air Ciliwung yang berfungsi untuk mengoptimalkan air baku dari Sungai Ciliwung saat ini dalam proses pembangunan.
Pembangunan diharapkan selesai pada tahun depan.

"Kita membangun instalasi penjernihan air sekitar 200 liter per detik untuk kita manfaatkan sumber air baku dari Ciliwung dan kita distribusikan untuk mengaliri daerah Pasar Minggu dan sekitarnya," kata Priyatno saat ditemui di Jakarta, Sabtu (13/11), seperti dikutip dari Antara.

 Saat ini, kebutuhan air bersih di DKI Jakarta didistribusikan sebagian besar dari Waduk Jatiluhur, di Purwakarta. Juga, dari baku dari Tangerang dan sisanya dari embung-embung di Jakarta.

Setelah pembangunan IPA Ciliwung selesai pada akhir tahun 2022, PAM Jaya akan mengoptimalkan air baku dari Sungai Ciliwung untuk diolah untuk kemudian didistribusikan melalui jaringan perpipaan rumah tangga.

Direktur Pelayanan PAM Jaya, Syahrul mengatakan, IPA Ciliwung akan melayani kebutuhan air bersih ke 14.900 sambungan perpipaan rumah tangga atau sekitar 155.550 jiwa.

Wilayah yang akan akan dilayani adalah kawasan Pancoran, Rawajati, Duren Tiga, Kalibata dan Pengadegan.

"Ini adalah sebuah kondisi bahwa Sungai Ciliwung sudah membaik. Ke depan, Sungai Ciliwung diharapkan kebermanfaatannya akan jauh lebih baik lagi bagi warga Jakarta," kata Syahrul.

 Adapun Gerakan Ciliwung Bersih yang didukung oleh Komunitas Peduli Ciliwung dan berbagai perusahaan BUMD dan swasta menyatakan bahwa mutu air Sungai Ciliwung telah mencapai tingkat (level) dua.

Artinya, Sungai Ciliwung sudah dikategorikan layak sebagai air minum, setelah upaya revitalisasi dan pemeliharaan kebersihan aliran Sungai Ciliwung digalakkan sejak tahun 1989.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada tahun 2019, kapasitas produksi potensial perusahaan air bersih di DKI Jakarta mengalami penurunan yang cukup signifikan dalam kurun waktu empat tahun terakhir.

Penurunan produksi ini mencapai 13.7% dari tahun 2018  yang mencapau 20,987 liter per detik.

Penurunan kapasitas produksi air bersih tidak dapat dipisahkan dari persedian air baku sebagai supply pasokan air.

Dari 13 sungai yang mengalir di Jakarta, hanya Kali Krukut dan Sungai Cengkareng Drain yang airnya layak dijadikan air baku.

Dua sumber air inipun diindikasikan semakin menurun kualitas airnya. Dalam kurun waktu 3 tahun
terakhir pemda DKI Jakarta telah melakukan beberapa upaya dalam meningkatkan produksi air bersih di DKI Jakarta.

 Berbagai upaya telah dilakukan untuk meningkatkan produksi air bersih antara lain, pembangunan proyek pipanisasi dari Waduk Jatiluhur ke Jakarta.

Kapasitas produksi ditingkatkan melalui peningkatan pasokan air baku dari waduk Jatiuhur dengan cara penggantian pipa yang lebih besar.

Sementara itu, volume produksi air bersih tahun 2019 mencapai 553,518 ribu m3 atau turun sebesar 12,7 % dibandingkan tahun sebelumnya.

Reporter: Antara
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait