Garuda Angkut 17 Ton Komoditas Ekspor Bali ke Jepang, Terutama Ikan

Komoditas perikanan yang diangkut Garuda ke Jepang termasuk ikan tuna dan ikan hias.
Image title
3 Februari 2022, 07:59
Garuda, ekspor, Bali
Garuda Indonesia
Garuda Indonesia pada Rabu (2/2) secara resmi mulai melayani penerbangan khusus kargo Denpasar – Narita

Garuda Indonesia terus mengembangkan layanan kargo dalam mendorong peningkatan ekspor.  Garuda pada Rabu (2/2) mulai melayani penerbangan khusus kargo Denpasar – Narita Jepang yang akan terhubung langsung dengan penerbangan kargo dari Manado.

Pada layanan perdana penerbangan khusus tersebut Garuda Indonesia mengangkut sedikitnya 17 ton komoditas unggulan Bali yaitu produk perikanan khususnya ikan tuna dan ikan hias serta general cargo lainnya.

Logistik tersebut diangkut dengan armada A330-300 yang memiliki kapasitas angkutan hingga 40 ton pada setiap penerbangannya.

 Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan bahwa layanan penerbangan rute khusus Denpasar – Narita tersebut merupakan pengembangan dari rute Manado – Narita yang telah dilayani sejak akhir tahun 2020.

Advertisement

Layanan tersebut juga merupakan bentuk komitmen Garuda Indonesia untuk mendukung daya saing komoditas unggulan nasional khususnya Indonesia Timur dan sekitarnya yang dikenal dengan keunggulan produk kelautannya.

“Di tengah berbagai langkah pemulihan kinerja yang saat ini terus kami intensifkan, pengembangan lini bisnis kargo merupakan fokus bisnis yang terus kami optimalkan khususnya dalam melayani kebutuhan masyaraka,” tutur Irfan, dalam keterangan resmi, Rabu (2/2).

Irfan menjelaskanJepang dikenal sebagai salah satu negara dengan tujuan ekspor ikan tuna terbesar di dunia.

"Tentunya hal ini menjadikan Bali memiliki peran yang sangat strategis dalam ekspor komoditas perikanan nasional mengingat Bali merupakan salah satu penghasil ikan tuna terbesar di Indonesia," tambahnya.

 Pembukaan layanan penerbangan khusus kargo Denpasar – Narita ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi peningkatan daya saing kualitas produk komoditas ekspor.

Pasalnya, proses pengiriman melalui kargo udara yang lebih cepat dibutuhkan untuk produk unggulan seperti hasil perikanan.

Kecepatan waktu dan proses pengiriman diharapkan menjaga kualitas kesegaran komoditas sehingga dapat menghasilkan produk yang lebih kompetitif di kancah global.

Sementara itu Gubernur Bali, Wayan Koster mengatakan potensi ekspor produk pertanian, perikanan dan industri lokal Branding Bali cukup tinggi dan sangat diminati oleh para pembeli di Luar Negeri.

Menurutnya, diperlukan dukungan semua pihak termasuk Garuda Indonesia khususnya dalam memperlancar logistik sehingga produk-produk tersebut memiliki daya saing yang tinggi dan dapat sampai ke pembeli tepat pada waktunya.

“Dengan dibukanya Jalur penerbangan cargo dari Bali ke Jepang diharapkan ekspor Bali ke Jepang dapat meningkat dan dapat memulihkan dan mengembalikan denyut nadi perekonomian  Bali yang terpuruk akibat Covid-19, " tutur Koster.

Layanan kargo Garuda meningkat tajam sejak 2021 dengan mengangkut puluhan ton produk ekspor Indonesia ke luar negeri.

Pada Februari 2021,  Garuda Indonesia mengangkut produk ekspor pertanian dari Padang, berupa 33 ton komoditas buah Manggis ke Guangzhou, China.

Pada 13 Januari lalu,  Garuda juga meresmikan layanan penerbangan langsung khusus kargo rute Semarang - Singapura .

 

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait