Orang Kaya Dunia Bertambah, Didominasi Bos Perusahaan Teknologi

Lima orang terkaya di dunia merupakan pemilik perusahaan teknologi, yaitu Bill Gates di peringkat pertama, Jeff Bezos di urutan ketiga dan Mark Zuckerberg di posisi kelima.
Maria Yuniar Ardhiati
21 Maret 2017, 20:07
Bill Gates
Arief Kamaludin|KATADATA
Pemilik Microsoft, Bill Gates

Tahun 2016 menjadi sejarah pemecahan rekor jumlah miliarder dunia. Forbes mencatat jumlah miliarder meningkat dari 1.810 orang menjadi 2.043 orang. Artinya, jumlah orang di dunia yang memiliki harta di atas US$ 1 miliar tersebut naik 13 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Nilai kekayaan mereka pun dilaporkan melambung 18 persen menjadi US$ 7,67 triliun. Ini juga merupakan rekor baru berdasarkan catatan Forbes, seperti dilansir pada Senin (20/3). 

Adapun, penambahan 233 miliarder dalam daftar orang terkaya dunia versi Forbes tersebut merupakan yang tertinggi dalam 31 tahun terakhir. Pencapaian ini tentu kontras jika melihat kondisi perekonomian dunia yang masih cenderung melambat.

(Baca: Orang Terkaya Indonesia, CT dan Hary Tanoe Naik Peringkat)

Jika melongok daftar orang terkaya tersebut, peringkat pertama masih ditempati bos Microsoft, Bill Gates. Ia telah menyandang gelar orang terkaya di dunia ini selama empat tahun terakhir. Harta kekayaannya mencapai US$ 86 miliar, bertambah dari tahun sebelumnya yang sebesar US$ 75 miliar.

Peringkat kedua ditempati investor kawakan Warren Buffet. Bos perusahaan investasi Berkshire Hathaway ini menggusur pendiri perusahaan busana asal Spanyol, Zara, yaitu Amancio Ortega, ke peringkat keempat. 

Sejak Donald Trump terpilih menjadi Presiden Amerika Serikat pada November 2016, nilai kekayaan Buffet melonjak drastis. Dalam 12 bulan, hartanya bertambah US$ 14,8 miliar.

Peringkat ketiga ditempati pendiri Amazon, Jeff Bezos. Ini pertama kalinya dia masuk tiga besar orang terkaya dunia. Hartanya membengkak US$ 27,6 miliar menjadi US$ 72,8 miliar. 

Setelah Ortega di posisi empat, pendiri Facebook, Mark Zuckerberg, menjadi orang terkaya kelima di dunia. Ini untuk pertama kalinya dia masuk daftar lima besar tersebut dengan penambahan harta US$ 11,4 miliar.

(Databoks: Di Indonesia, 1% Orang Terkaya Menguasai 49% Kekayaan Nasional)

Daftar orang terkaya dunia memang bertabur bos perusahaan teknologi. Selain Gates, Bezos, dan Zuckerberg, masih ada beberapa pemilik perusahaan teknologi yang masuk dalam kelompok 20 orang terkaya dunia. Antara lain, Larry Ellison, pemilik perusahaan piranti lunak Oracle, di peringkat ketujuh. Adapun, di peringkat ke-12 dan 13 ada duo pendiri Google yakni Larry Page dan Sergey Brin. 

Secara keseluruhan di dalam daftar Forbes, ada 183 miliarder dari perusahaan teknologi. Tahun lalu, jumlahnya 160 orang. Jumlah kekayaan sebanyak 183 miliarder tersebut mencapai US$ 1 triliun.

Di sisi lain, sebanyak 50 persen miliarder perusahaan teknologi mencatatkan peningkatan kekayaan selama setahun terakhir. Hanya 9 persen yang mengalami penurunan kekayaan.

Mayoritas miliarder teknologi tersebut, yaitu 78 dari 183 orang, merupakan warga negara Amerika Serikat. Secara lebih spesifik, sebanyak 53 di antaranya berasal dari California, yang memang menjadi tempat bermukim banyak miliarder teknologi.

(Baca: Kekayaan 8 Tokoh Ini Lampaui Harta 3,6 Miliar Warga Dunia)

Negara terbanyak kedua dengan jumlah miliarder teknologi adalah Cina. Paling atas ada Jack Ma, pemilik Alibaba, yang menjadi orang terkaya ke-23 di dunia.

Selain itu, Forbes mencatat ada 12 perempuan terkaya di bidang teknologi tahun ini. Beberapa di antaranya adalah istri mendiang pendiri Apple, Steve Jobs, yakni Laurene Powell Jobs. Kekayaannya didominasi oleh saham Disney dan Apple, yang naik US$ 3,3 miliar selama setahun terakhir menjadi US$ 16,7 miliar.

Dari Cina, ada Zhou Qunfei, pendiri Lens Technology. Perusahaan ini memproduksi pelapis ponsel pintar, dengan Apple dan Samsung sebagai pelanggannya. Nilai kelayaan Zhou mencapai US$ 7,4 miliar.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait