Walton Family Kucurkan Rp 427 Miliar untuk Perikanan Indonesia

Cara meningkatkan perekonomian melalui komunitas perikanan. "Dengan bekerja lebih cerdas dalam mendapatkan ikan, bukan lebih keras."
Maria Yuniar Ardhiati
22 Februari 2017, 19:51
Nelayan Tuna
Donang Wahyu|KATADATA
Nelayan mempersiapkan Pakura (perahu kecil) untuk bersiap melaut menangkap ikan tuna di Selat Lembeh, Sulawesi Utara.

Walton Family Foundation, salah satu lembaga nirlaba dunia, berencana mengucurkan dana US$ 32 juta atau setara Rp 427 miliar di Indonesia hingga akhir 2020. Dana bantuan tersebut untuk mendukung reformasi manajemen sektor perikanan di Tanah Air.

Demi mencapai tujuan tersebut, dana itu akan dialirkan ke pemerintah, mitra lokal, organisasi nirlaba, serta pelaku bisnis. Harapannya adalah meningkatkan kebijakan di sektor perikanan, yang menyelaraskan kepentingan ekonomi dengan lingkungan dan kehidupan sosial.

Walton Family mengungkapkan cara untuk meningkatkan perekonomian melalui komunitas perikanan. "Dengan bekerja lebih cerdas dalam mendapatkan ikan, bukan lebih keras," ujar ketua yayasan tersebut, Rob Walton, seperti dilansir Yahoo! News, Selasa (21/2), .

(Ekonografik: Pemulihan Lingkungan, Kunci Produktivitas Perikanan)

Direktur Program Walton Family, Barry Gold, menyebut lembaga tersebut akan mempertahankan kerjasama dengan Pemerintah Indonesia di sektor perikanan. Investasi yang dikucurkan Walton Family akan digunakan untuk mendukung reformasi manajemen sektor perikanan, termasuk untuk jenis blue swimming crab, tuna, dan snapper-grouper.

Selain itu, dana dari lembaga ini rencananya dimanfaatkan untuk tiga hal. Pertama, meningkatkan kemampuan lembaga manajemen perikanan Indonesia dalam menggunakan data serta perangkat ilmiah sebelum mengambil kebijakan.

Kedua, mendukung implementasi manajemen perikanan dengan memperhatikan hak komunitas nelayan dalam jangka panjang. Ketiga, menerapkan perubahan di semua level rantai pasokan. Dengan demikian bisnis perikanan dan produk olahan laut bisa berkelanjutan. (Ekonografik: Tuna, Unggulan Perikanan Indonesia)

Sekadar informasi, industri perikanan Indonesia menempati posisi terbesar kedua di dunia. Dengan nilai ekspor US$ 5 miliar (setara Rp 66,8 triliun), sektor ini menyerap lebih dari 9 juta pekerja. Sebuah penelitian menyebut perikanan di Indonesia sebenarnya mampu mendatangkan US$ 2,3 miliar (setara Rp 30,7 triliun), dan lebih banyak lagi jika dikelola secara berkelanjutan.

Walton Family memaparkan investasi serta target-target tersebut dalam kegiatan tahunan sektor perikanan dunia, World Ocean Summit, yang diselenggarakan The Economist di Bali, pekan ini. Perhelatan yang memasuki tahun keempat itu dihadiri para pelaku bisnis, kelompok industri, ilmuwan, pemerintah, ahli hukum kelautan, serta berbagai badan amal.

Selama 30 tahun terakhir, Walton Family telah mencatatkan investasi untuk upaya-upaya pemulihan lingkungan menuju perbaikan tingkat ekonomi masyarakat. Yang menjadi fokus lembaga ini adalah penanggulangan berbagai ancaman di laut - termasuk penangkapan ikan yang berlebihan (overfishing).

Lembaga ini juga berupaya menemukan solusi keberlangsungan sektor dan komunitas perikanan. Lembaga tersebut saat ini aktif menjalankan program di Amerika Serikat, Meksiko, Peru, Cile, dan Indonesia.

Walton Family merangkul kelompok pemerhati lingkungan, pelaku bisnis, serta komunitas lokal untuk mengembalikan kelestarian hayati laut untuk jangka panjang. (Ekonografik: Sektor Perikanan Rawan Pelanggaran)

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait