Belasan Langkah Drastis Trump dalam Dua Hari di Gedung Putih

Trump meminta lembaga pengelola taman nasional (National Park Service) tidak mengunggah konten apapun di Twitter gara-gara kasus foto perbedaan jumlah pengunjung saat pelantikannya.
Maria Yuniar Ardhiati
23 Januari 2017, 19:36
Donald Trump
ANTARA FOTO/REUTERS/Jonathan Ernst
Donald Trump menandatangani perintah eksekutif pertamanya sebagai Presiden AS di Gedung Putih, Washington D.C., 20 Januari 2017.

Donald Trump sepertinya tidak sabar untuk merealisasikan berbagai rencana dan kebijakannya sebagai Presiden Amerika Serikat (AS). Dalam hitungan 48 jam sejak dilantik sebagai Presiden AS pada Jumat lalu (20/1), Trump langsung mengeluarkan berbagai kebijakan.

Namun, langkah tersebut menuai gejolak dan kritik dari berbagai pihak. Keputusan perdana Trump sebagai presiden yang kontroversial adalah menghapus kebijakan perlindungan kesehatan yang diusung presiden terdahulu, Barack Obama, yang dikenal dengan nama Obamacare.

(Baca: Proteksi Trump, Tantangan sekaligus Peluang bagi Ekspor Indonesia)

Trump juga mulai mewujudkan janji kampanyenya untuk lebih protektif dalam hubungan dagang dengan negara-negara lain. Salah satu caranya adalah bertemu dengan para pemimpin negara Meksiko dan Kanada untuk memulai renegosiasi perjanjian dagang kawasan Amerika Utara atau NAFTA. Sebelumnya, Trump juga berencana menarik diri dari kerjasama dagang Trans Pasifik (TPP).

(Baca: Ketidakpastian Selimuti Pasar Keuangan Pasca Pidato Trump)

Berikut ini langkah-langkah yang dilakukan Trump dalam 48 jam setelah resmi berkantor di Gedung Putih, seperti dilansir CNN, Senin (23/1). 

1. Mengambil alih pemerintahan federal secara penuh.
2. Mengeluarkan perintah untuk menghapus kebijakan presiden terdahulu, Barack Obama, dalam bidang kesehatan (Obamacare).
3. Menghentikan pengurangan premi asuransi tahunan kredit perumahan dan menghapuskan fasilitas kredit perumahan dari pemerintah.
4. Memerintahkan lembaga-lembaga untuk membekukan kebijakan baru, agar pemerintahan Trump bisa melakuan kajian.
5. Mendapatkan persetujuan legal dari Departemen Kehakiman bagi menantunya, Jared Kushner, untuk menempati sebuah posisi di Gedung Putih.
6. Menemui para petinggi CIA. Trump juga mengambil alih kode nuklir yang berlaku.
7. Trump mengajukan Mike Pompeo, politikus Partai Republik dari Kansas, sebagai Direktur CIA.
8. Ketegangan di Irak meningkat gara-gara pernyataan Trump yang menyesal tidak menguasai minyak negara tersebut. "Mungkin kita punya kesempatan lainnya," kata Trump dalam pertemuannya dengan pejabat CIA.
9. Berbicara dengan Presiden Meksiko. Keduanya dijadwalkan bertemu pada akhir Januari. (Baca: Setelah Cina, Pemerintah Meksiko Ancam Balas Kebijakan Trump)
10. Berbincang dengan Perdana Menteri Kanada untuk membicarakan kerjasama ekonomi kedua negara.
11. Mengumumkan telah melakukan pertemuan dengan para pemimpin di Meksiko dan Kanada untuk memulai renegosiasi NAFTA.
12. Melakukan kunjungan perdananya ke luar negeri pada Jumat ini untuk menemui Perdana Menteri Inggris, Theresa May.
13. Mengisyaratkan perubahan hak warga sipil. Sebelumnya, Departemen Kehakiman meminta penundaan atas gugatan terhadap hukum yang berlaku di Texas, mengenai nomor identitas bagi pemilih.
14. Mempersiapkan lebih banyak kebijakan dalam pekan ini.
15. Meminta lembaga pengelola taman nasional (National Park Service) untuk tidak mengunggah konten apapun di Twitter. Sebelumnya, National Park Service me-retweet foto-foto yang memperlihatkan perbedaan jumlah pengunjung pada saat pelantikan Obama tahun 2009 dan inagurasi Trump pekan lalu.
16. Memulai pembicaraan rencana pemindahan kedutaan besar Amerika Serikat di Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait