Pakai E-Ticketing, Tirtonadi Solo Jadi Acuan Terminal Bus Indonesia

Bisa memesan tiket melalui gerai resmi, loket di terminal, aplikasi di ponsel pintar, serta payment point online bank. Jadi, calon penumpang dapat memilih operator bus, serta tempat duduk.
Maria Yuniar Ardhiati
27 Desember 2016, 16:37
Terminal Tirtonadi
ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho
Penumpang melihat jadwal keberangkatan bus dan harga e-tiketing pada monitor LCD di Terminal Tirtonadi, Solo, Selasa (27/12).

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meresmikan pengoperasian Terminal Penumpang Tipe A Tirtonadi, Surakarta, Jawa Tengah. Dilengkapi dengan sistem elektronik, terminal di Solo ini akan menjadi acuan layanan terminal bus di Indonesia. 

"Terminal penumpang Tirnonadi akan menjadi standar pelayanan terminal penumpang bus di Indonesia," kata Budi saat meresmikan Terminal Tirtonadi, Selasa (27/12), dalam siaran persnya. Penumpang dapat menggunakan sistem tiket elektronik atau e-ticketing, yang akan menjadi proyek percontohan.

Ia mengklaim pemerintah menerapkan sistem e-ticketing seperti yang sudah berlaku pada moda kereta api. Sebab, sistem ini dapat memudahkan masyarakat membeli tiket bus Antar kota Antar Provinsi (AKAP). (Baca: Kemenhub Tawarkan 10 Proyek Infrastruktur Trasportasi ke Swasta)

Proyek pengembangan Terminal Tirtonadi sudah dimulai sejak 2009. Dana pembangunannya bersumber dari APBD Provinsi Jawa Tengah dan Kota Surakarta senilai Rp 186 miliar. Dalam pengoperasiannya, seperti penjualan tiket bus online, Terminal Tirtonadi bekerjasama dengan Organisasi Angkutan Darat (Organda) menunjuk pihak ketiga

Dengan fasilitas e-ticketing, masyarakat bisa memesan tiket melalui gerai resmi, loket di terminal, aplikasi di ponsel pintar, serta payment point online bank (PPOB). Jadi, calon penumpang dapat memilih operator bus, serta tempat duduk saat memesan tiket.

Menhub Budi Karya Resmikan Terminal Tirtonadi
Menteri Perhubungan Budi Karya meresmikan Terminal Tirtonadi (ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho)

(Baca: Jokowi dan Menhub Diminta Tak Larang Fenomena 'Om Telolet Om')

Untuk meningkatkan integrasi antarmoda di Terminal Tirtonadi, sebuah fasilitas berupa skybridge sepanjang 438 meter telah dibangun. Jembatan layang ini menghubungkan terminal dengan Stasiun Kereta Api Solo Balapan.

Pembangunan terminal ini dilakukan dengan fokus kepada zona-zona pelayanan penumpang. Zona 1 untuk penumpang bertiket, zona 2 bagi penumpang yang belum memiliki tiket, dan zona 3 untuk perpindahan penumpang. Adapun, zona 4 sebagai lokasi pengendapan kendaraan. (Baca: Jokowi: 'Om Telolet Om' Hiburan Rakyat yang Mendunia)

Video Pilihan

Artikel Terkait