Kinerja Apple Terburuk dalam 13 Tahun Terakhir

Kondisi ini sangat langka, mengingat perusahaan tersebut berkembang sangat pesat, bahkan menjadi perusahaan teknologi terbesar di dunia.
Maria Yuniar Ardhiati
27 April 2016, 10:12
iphone apple
Arief Kamaludin|KATADATA
Para analis pasar modal di Amerika Serikat itu bahkan memperkirakan penjualan Apple tergerus hingga dua digit pada tiga bulan pertama 2016.

Pasar menunggu pengumuman Apple mengenai kinerja penjualan dan keuntungannya yang anjlok pada kuartal pertama tahun ini. Dalam sebuah laporan utama pada Senin, 25 April 2016, CNN menyebutkan kondisi ini jarang terjadi mengingat perusahaan tersebut berkembang sangat pesat. Bahkan, Apple disebut-sebut sebagai perusahaan teknologi terbesar di dunia saat ini. Terakhir kali, penjualan Apple sempat turun pada kuartal pertama pada 2003. Padahal, ketika itu produk PowerMac menjadi yang paling diminati pembeli. Pada masa itu juga, Apple berhasil menjual 611 unit iPod, sebelum iTunes Music Store diluncurkan.

Turunnya penjualan Apple mengejutkan berbagai kalangan. Namun, prediksi Wall Street lebih mengagetkan lagi. Para analis pasar modal di Amerika Serikat itu bahkan memperkirakan penjualan Apple tergerus hingga dua digit pada tiga bulan pertama 2016. Apple belum pernah mengalami hal semacam ini sejak 2001. Di tahun tersebut, Windows 98 mendominasi sistem operasi komputer dan tidak seorang pun mengenal iPod, karena memang belum diperkenalkan.

Waktu terus berputar. Sekarang, lebih dari dua per tiga pemasukan Apple datang dari penjualan iPhone. Pada Januari lalu, Tim Cook telah memprediksi penjualan iPhone akan lesu, pertama kalinya dalam sejarah. Meski mengejutkan, tapi demikianlah kenyataannya, walaupun kondisi perekonomian saat ini sangat berbeda dibanding 2015. Penjualan Mac juga tidak banyak membantu.

Saat ini, para analis Apple menggantungkan harapan pada iPhone 7 sebagai pendongkrak angka penjualan. Kinerja dalam beberapa kuartal mendatang diperkirakan lebih lemah. Berikut ini data penjualan berbagai produk Apple.

Advertisement

iPhone

Kuartal pertama 2015: 61,2 juta.
Prediksi untuk kuartal pertama 2016: 50,4 juta (turun 18 persen).

Ini pertama kalinya penjualan iPhone turun sejak diluncurkan pada 2007. Permintaan terhadap iPhone terbaru tidak sekuat yang diharapkan. Menurut Cook, sekitar 60 persen pengguna iPhone belum memperbarui gadget mereka menjadi iPhone 6, 6S, 6Plus maupun 6S Plus.

iPad

Kuartal pertama 2015: 12,6 juta
Prediksi untuk kuartal pertama 2016: 10,1 persen (turun 20 persen).

Penjualan iPad diperkirakan merosot selama sembilan kuartal berturut-turut.

Mac

Kuartal pertama 2015: 4,6 juta.
Prediksi untuk kuartal pertama 2016: 4,6 juta (tetap).

Menurut perusahaan riset di bidang teknologi informasi Gartner, penjualan personal computer di seluruh dunia turun 10 persen pada kuartal lalu. Apple dalam hal ini berhasil unggul di industrinya. Para analis Wall Street memperkirakan penjualan Mac turun dengan margin kecil. Jika ini benar terjadi, penurunan tersebut menjadi yang kedua. Padahal, penjualan Mac sempat melambung dalam delapan kuartal berturut-turut sebelumnya.

Sementara itu, berikut ini data keuntungan serta penjualan Apple sejak 2015.

Keuntungan

Kuartal pertama 2015: US$ 13,6 miliar
Prediksi untuk kuartal pertama 2016: US$ 11,1 miliar (turun 18 persen)

Pada laporan kinerja terakhirnya, Apple meraih keuntungan kuartal terbesar dalam sejarah perusahaan. Namun, keuntungan Apple telah turun sejak kuartal terakhir pada 2013.

Penjualan

Kuartal pertama 2015: US$ 58 miliar
Prediksi untuk kuartal pertama 2016: US$ 52 miliar (turun 10 persen)
Prediksi untuk kuartal kedua 2016: US$ 47,4 miliar

Penjualan Apple sudah diperkirakan lesu. Namun ada pendapat yang menyebutkan Apple sebenarnya bisa membukukan pemasukan lebih besar dibanding prestasinya pada 2009. Para analis Wall Street memperkirakan pemasukan Apple di kuartal mendatang kembali melemah. Begitu pula dengan kuartal ketiga. Apple mencatatkan penjualan sebesar US$ 49,6 miliar selama kuartal kedua tahun 2015.

Seiring dengan merosotnya penjualan Apple, perusahaan ini pun telah memangkas jumlah pekerja kontrak di bidang sumber daya manusia (SDM)-nya selama beberapa pekan terakhir. VentureBeat menyebutkan perusahaan raksasan piranti lunak dan piranti keras ini berencana merumahkan sejumlah pegawai tetap di divisi SDM. Secara keseluruhan, lebih dari 100 orang akan diberhentikan, menurut seorang sumber. Saat ini, perusahaan tersebut pun tidak membuka lowongan untuk posisi SDM.

Ternyata, kegiatan perekrutan Apple sudah berkurang. “Biasanya jika ada karyawan yang berhenti bekerja, perusahaan akan melakukan perekrutan lagi,” ujar sumber tersebut seperti dikutip VentureBeat, Senin, 25 April 2016. Apple juga telah mengubah kebijakan pemberian bonus bagi para pekerja SDM yang bertugas merekrut calon karyawan. Semula, para pekerja SDM ini mendapat bonus 40 persen jika berhasil menarik seorang karyawan baru. Belakangan, bonus tersebut dipangkas menjadi 10 hingga 15 persen. Bahkan, ada yang tidak mendapat bonus sama sekali.

Selama setahun terakhir, Apple kedatangan banyak karyawan melalui sejumlah akuisisi, termasuk terhadap Emotient, Faceshift, Flyby Media, Mapsense, Metaio, Perceptio dan VocallQ. Hingga sekarang, Apple tidak memberi respons atas kabar ini. 

    News Alert

    Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

    Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
    Video Pilihan

    Artikel Terkait