Apple Akan Cekal Pengambilan Foto dan Video Ilegal

Meski demikian, pengguna tetap bisa menggunakan gawainya untuk merekam maupun memotret dengan subyek tertentu.
Maria Yuniar Ardhiati
1 Juli 2016, 13:20
iphone apple
Arief Kamaludin|KATADATA

Perusahaan teknologi Apple Inc tidak menginginkan para pengguna produknya mengambil gambar maupun video yang terlarang. Saat ini perusahaan asal Silicon Valley, California itu sedang mengembangkan teknologi yang mampu menonaktifkan kamera melalui sinyal infra merah.

Dokumen paten untuk pemasangan teknologi ini telah diajukan. Fitur yang akan diluncurkan Apple akan mencegah penggunanya membuat rekaman ilegal di lokasi konser, bioskop, maupun teater. (Ekonografik: Apple, Merek Paling Bernilai di Dunia).

Berdasarkan dokumen pengajuan paten yang disusun Apple, seperti yang seperti dilansir CNN, Kamis, 30 Juni 2016, sinyal infra merah bisa dipasang pada tempat yang melarang perekaman video. Kemudian, ponsel maupun tablet akan mendeteksi sinyal tersebut dan memperlihatkannya dalam layar. Secara otomatis fitur pengambilan video akan mati total ketika ponsel menangkap sinyal tersebut.

Meski demikian, pengguna tetap bisa menggunakan gawainya untuk merekam maupun memotret dengan subyek tertentu. Misalnya, pengguna ponsel masih dapat memotret orang-orang di keramaian konser. Namun, kamera akan mati dengan sendirinya jika diarahkan ke panggung. (Baca: Kinerja Apple Terburuk dalam 13 Tahun Terakhir).

Advertisement

Selain itu, Apple juga menyarankan adanya pemasangan sinyal infra merah dalam museum. Ketika diarahkan kepada lukisan atau benda apa pun yang dipamerkan museum, layar ponsel akan menunjukkan keterangan lengkap dari benda seni itu.

Situs Patently Apple (www.patentlyapple.com) pada Selasa kemarin menyatakan lembaga paten dan merek dagang Amerika Serikat atau U.S. Patent and Trademark Office menerbitkan 44 paten baru untuk Apple. Salah satunya adalah paten untuk teknologi menonaktifkan kamera pada saat tertentu itu.

Sebelumnya pada 13 Juni lalu, Apple melakukan pratinjau atas sistem operasional mobile terbaru di dunia, yaitu iOS 10. Sistem operasional baru ini menghadirkan layanan pesan yang dilengkapi animasi seperti stiker dan efek layar penuh.

Selain itu, para pengguna sistem operasi ini bisa mengatur berbagai aplikasi seperti peta, galeri foto, maupun aplikasi pembaca berita di satu tempat. “iOS 10 merupakan hal terbesar yang pernah kami luncurkan,” kata Senior Vice President Software Engineering Apple, Craig Federighi dalam keterangan resminya, Senin pekan lalu.

Apple memasukkan teknologi bernama Differential Privacy untuk meningkatkan keamanan para penggunanya. Teknologi ini memungkinkan Apple membaca pola aktivitas pengguna.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait