Pasca Panama Papers, Bos Mossack Fonseca Terjerat Suap di Brasil

"Secara sederhana, uang tersebut berasal dari suap, yang diputarkan oleh sejumlah pihak untuk dikembalikan ke Panama setelah melalui pencucian atau pemutihan."
Maria Yuniar Ardhiati
13 Februari 2017, 11:38
Panama Papers
KATADATA

Para pendiri dan pemilik Mossack Fonseca, firma hukum di balik skandal Panama Papers. akhirnya kena batunya. Jaksa di Panama menahan dua pendiri firma hukum tersebut: Ramon Fonseca Mora dan Jurgen Mossack, karena tersangkut kasus kejahatan keuangan di Brasil.

Jaksa Agung Panama Kenia Porcell menjelaskan, dua pendiri firma hukum itu ditangkap setelah terbukti terlibat praktik penyuapan di Brasil. Para penyidik menyebut Mossack Fonseca ikut andil dalam pencucian uang para kliennya.

"Secara sederhana, uang tersebut berasal dari suap, yang diputarkan oleh sejumlah pihak untuk dikembalikan ke Panama setelah melalui pencucian atau pemutihan," kata Porcell seperti dikutip International Business Times, Jumat (10/2).

Sementara itu, seperti dilaporkan BBC, Ramon Fonseca Mora dan Jurgen Mossack ditahan setelah menjalani pemeriksaan selama dua hari. Keduanya kini menghadapi tuduhan tindak pidana pencucian uang. (Baca: Heboh Panama Papers Mengguncang Berbagai Negara)

Fonseca dan Mossack ditahan karena dianggap berisiko bepergian dengan menggunakan pesawat. Sementara itu, pengacara keduanya menganggap penahanan kliennya masih kekurangan bukti. 

Kejaksaan Agung Panama menerima informasi yang menyatakan Mossack Fonseca sebagai organisasi kriminal yang bertindak menyembunyikan aset maupun uang yang mencurigakan dari wilayah tertentu.

Kasus ini melibatkan perusahaan raksasa Brasil di bidang konstruksi, Odebrecht. Perusahaan konstruksi terbesar di Ameria Latin ini mengaku telah mengeluarkan US$ 1 miliar dalam suap untuk meraih kontrak-kontrak di 12 negara. Odebrecht ini menyuap sejumlah pejabat di Brasil, Panama dan beberapa negara lainnya antara tahun 2010 dan 2014.

 

Mossack Fonseca membantah melakukan pelanggaran. Firma hukum ini malahan mengaku menjadi korban pembajakan komputer. Selain itu, perusahaan menilai informasi yang bocor telah disalahartikan. (Ekonografik: The Panama Papers dalam Ekonografik)

Fonseca sebelumnya pernah menjabat menteri pada era Presiden Juan Carlon Varela di Panama. Namun, dia mengundurkan diri pada awal 2016 setelah firma hukumnya menerima sejumlah tuduhan keterlibatan dalam skandal korupsi yang menyeret perusahaan minyak Brasil, Petrobas.

Kepada para wartawan, Fonseca membantahnya. Padahal, sudah ada 57 politikus serta pejabat perusahaannya yang menjalani pemeriksaan menyangkut skandal Petrobas. Nama sebagian dari mereka juga muncul dalam Panama Papers. "Mossak Fonseca tidak memiliki hubungan dengan Odenbrecht," ujar Fonseca seperti dilansir Reuters, Kamis (9/2). 

Mossack Fonseca memicu kehebohan ketika aliansi jurnalis investigasi global merilis dokumen Panama Papers pada April tahun lalu. Dokumen Panama itu memuat bocoran 11 juta dokumen dari Mossack Fonseca. Dokumen-dokumen tersebut memperlihatkan praktik sejumlah orang kaya yang memanfaatkan perusahaan-perusahaan cangkang untuk menghindari pajak maupun sanksi. (Ekonografik: 1.038 Wajib Pajak Indonesia di Panama Papers)

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait