ANZ Jual Rugi Lini Ritel Bank di Indonesia kepada DBS

ANZ melakukan peralihan dari nasabah ritel kepada bisnis perbankan yang lebih besar serta pembiayaan perdagangan, terutama di Australia dan Selandia Baru.
Maria Yuniar Ardhiati
31 Oktober 2016, 16:12
Bank valas
Arief Kamaludin|KATADATA

ANZ Bank menjual lini bisnisnya di lima negara di Asia, termasuk di Indonesia, kepada bank asal Singapura, DBS Bank. Lini bisnis itu mencakup kredit ritel dan layanan dana nasabah kaya atau wealth management

Seperti dilansir ABC, ANZ menjual lini bisnis yang dimilikinya tersebut di negara Singapura, Hong Kong, Cina, Taiwan, dan Indonesia. Akibat penjualan tersebut, bank asal Australia ini mengalami kerugian sebesar US$ 265 juta atau sekitar Rp 3,4 triliun.

Langkah ini terkait dengan perubahan strategi dan fokus usaha ANZ di kawasan Asia. Padahal, Chief Executive ANZ yang terdahulu, Mike Smith, memutuskan melakukan pengembangan di Asia sebagai bagian dari strategi bank tersebut. Namun, sejak posisi itu diambil alih Shayne Elliot pada akhir tahun lalu, ANZ memutuskan menarik diri dari Asia.

(Baca: OJK Siapkan Antisipasi Perluasan Kredit Bermasalah)

Advertisement

“Kami memiliki strategi untuk menciptakan bank yang lebih sederhana, dengan permodalan yang lebih baik dan lebih seimbang, dengan fokus kepada area-area yang berpotensi membawa kekuatan bagi kami,” ujar Elliot seperti dilansir ABC, Senin (31/10).

Ia menjelaskan, melalui transaksi tersebut, ANZ tidak serta-merta meninggalkan Asia. Namun, ANZ melakukan peralihan dari nasabah ritel kepada bisnis perbankan yang lebih besar serta pembiayaan perdagangan, terutama di Australia dan Selandia Baru.

Berdasarkan keterangan dari ANZ dan DBS, nilai penjualan lini usaha tersebut mencapai US$ 110 juta atau sekitar Rp 1,4 triliun di atas nilai buku. (Baca: DBS Peringatkan Kenaikan Fed Rate di Tengah Perbaikan Ekonomi)

Meski demikian, ada sisi positif yang diperoleh ANZ. Transaksi ini berhasil meningkatkan rasio modal inti utama atau common equity tier 1 (CET 1) sebesar 15-20 basis poin. Kenaikan ini diharapkan dapat memenuhi persyaratan yang dikeluarkan oleh institusi pengawasan perbankan Australia, APRA.

Saat ini, proses transaksi antara ANZ dan DBS itu masih menunggu sejumlah persetujuan otoritas negara masing-masing. Transaksi ini diharapkan selesai pada pertengahan tahun depan. Sedangkan proses peralihannya diharapkan tuntas pada awal tahun 2018.

Namun, para investor ANZ merespons negatif transaksi tersebut. Harga saham ANZ merosot 0,9 persen ke level US$ 27,38. per saham pada perdagangan, Senin (31/10) pagi ini. (Baca: Ada Tax Amnesty, Kewajiban Pelaporan Kartu Kredit Ditunda)

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait