Para Lansia Berusia Seabad yang Sembuh dari Corona

Setidaknya empat pasien berusia lebih dari 100 tahun dilaporkan berhasil sembuh dari corona. Tiga asal Tiongkok, dan satu Italia.
Martha Ruth Thertina
31 Maret 2020, 18:46
corona, virus corona, pasien corona sembuh, obat corona, orang tua sembuh corona
ANTARA FOTO/REUTERS/Francis Mascarenhas/foc/dj
Seorang pria memakai masker saat berjalan melewati halte bus dengan tulisan langkah pencegahan penyebaran virus COVID-19 di Mumbai, India, Rabu (18/3/2020).

Risiko kematian imbas corona di kalangan orang tua tinggi, namun ada juga cerita-cerita kesembuhan, termasuk dari mereka yang berusia di atas satu abad. Setidaknya ada empat orang yang berusia seabad dan dilaporkan sembuh dari infeksi corona atau Covid-19.  

Satu di antaranya adalah warga Italia yang diidentifikasi bernama Mr. P. Pria berusia 101 tahun tersebut lahir pada masa pandemi influenza alias flu Spanyol pada 1918-1919. Ini merupakan pandemi terbesar di era modern, dengan jumlah orang terjangkit diperkirakan mencapai 500 juta orang di seluruh dunia, dan setidaknya 50 juta orang meninggal.

Kini, ia berhasil pulih dari infeksi corona. Ini artinya, dia dua kali menghadapi pandemi dan berhasil selamat. Mr. P diketahui positif corona sekitar pertengahan Maret lalu, dan dirawat di rumah sakit di Rimini, Italia. Namun, ia diperbolehkan pulang beberapa hari kemudian lantaran sudah sembuh.

(Baca: Pemerintah Lacak Pasien Corona Lewat Aplikasi Ukur Suhu Tubuh)

Advertisement

Wali Kota Ramini Gloria Lisi menyebut pemulihan itu betul-betul luar biasa dan telah memberikan harapan. “Mr. P berhasil melewatinya. Ini mengajarkan kita bahwa meski di usia 101 tahun, masa depan belum dituliskan,” kata dia pekan lalu, seperti dikutip Forbes dari media lokal.

Keberhasilan Mr. P mengalahkan corona luar biasa. Terlebih, menurut laporan National Institute of Health, hampir 86% angka kematian akibat corona di Italia adalah orang tua di atas usia 70 tahun.

Italia memang merupakan negara dengan populasi orang tua terbanyak kedua di dunia. Sebanyak 25% dari penduduk Italia berusia di atas 65 tahun. Ini disebut-sebut sebagai penyebab angka kematian akibat corona di Italia tertinggi di dunia yaitu telah mencapai lebih dari 11.500 orang.

Sebelumnya, sejawatnya dari benua Asia, seorang wanita asal Wuhan, Tiongkong, berusia 103 tahun, bernama Zhang Guangfen juga dilaporkan sembuh, setelah dirawat selama sepekan di rumah sakit pada awal Maret lalu. Ia bukan satu-satunya pasien corona berusia seabad asal Wuhan yang berhasil sembuh, meskipun, ia dilaporkan sebagai orang paling tua.

(Baca: Rincian Lengkap Bantuan Sosial Pemerintah selama Pandemi Corona)

Dua orang pasien laki-laki berusia 101 tahun dan 100 tahun asal Wuhan juga dilaporkan sembuh. Satu di antaranya yang berusia 100 tahun sembuh meskipun menderita alzaimer, hipertensi, dan gagal jantung.

Di Korea Selatan dan Inggris, pasien corona tertua yang berhasil pulih nyaris berusia seabad. Pasien tertua dari Korea Selatan yang berhasil sembuh yakni seorang wanita berusia 97 tahun. Ia berdomisili di Cheongdo, tak jauh dari Daegu yang adalah kota dengan kasus infeksi corona terbesar di Negeri Ginseng.

Sedangkan pasien tertua asal Inggris bernama Jack Bowden berusia 98 tahun. Ia dipulangkan dari rumah sakit lantaran kondisinya terus membaik setelah tiga hari dirawat. Ia pulang untuk melanjutkan perawatan dengan isolasi mandiri. Bowden merupakan ahli farmasi yang membantu memproduksi penisilin guna merawat tentara di masa perang dunia II.

Per akhir Maret, berdasarkan data worldometer, terdapat nyaris 800 ribu kasus corona yang dilaporkan dari 200 negara/teritorial. Dari jumlah tersebut, hampir 170 ribu kasus dinyatakan sembuh, sedangkan kasus kematian sebanyak 38.781, dan sisanya masih dalam perawatan. Ini artinya, tingkat kematian 4,84% terhadap total kasus.

Jika mengacu pada data Asian Development Bank, tingkat kematian ini masih di bawah SARS yang sebesar 10%, ataupun MERS dan Ebola yang masing-masing sebesar 34,3% dan 50%.

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait