Menhub Positif Corona, Terawan Lacak Interaksi Lokalisir Penyebaran

Pemerintah menjelaskan keterlibatan Budi Karya sangat besar dalam penanganan corona, dari mulai evakuasi hingga penyiapan fasilitas.
Martha Ruth Thertina
14 Maret 2020, 21:52
Menhub positif corona,
ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/foc.
Menteri Sekretraris Negara (Mensesneg) Pratikno (tengah) bersama Wakil Kepala RSPAD Gatot Soebroto Brigadir Jenderal TNI dr. A. Budi Sulistya (kiri) dan RSPAD Gatot Soebroto, dr Nyoto Widyo Astoro (kanan) memberikan keterangan kepada media terkait kondisi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Kantor Kemensesneg, Jakarta, Sabtu (14/3/2020).

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi positif terinfeksi virus corona. Saat ini, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto tengah melacak interaksi yang pernah dilakukan Budi Karya.

“Pak Menkes sudah melakukan langkah-langkah berikutnya, tracking interaksi, untuk penanganan lebih lanjut,” kata Menteri Sekretaris Negara Pratikno dalam Konferensi Pers di Kantornya, Sabtu (14/3).

(Baca: Menhub Rapat di Istana & Ketemu Menteri Belanda sebelum Positif Corona)

Ia menjelaskan pelacakan segera dilakukan agar penyebaran virus tersebut dapat dilokalisir. Namun, ia tak menjelaskan kapan tepatnya Budi Karya dinyatakan positif corona. “Beberapa waktu lalu,” kata dia.

Advertisement

Yang jelas, Pratikno mengatakan, keterlibatan Budi Karya sangat besar dalam penanganan corona. “Banyak sekali tugas Kementerian Perhubungan yang terlibat dalam hal ini, mulai dari evakuasi dan penyediaan fasilitas,” ujarnya.

(Baca: 96 Orang Positif Corona, Potensi Sebaran Meluas ke Berbagai Daerah)

Ia memberikan jawaban diplomatis saat ditanya soal dugaan bahwa Budi Karya tertular corona saat evakuasi awak kapal Diamond Princess asal Indonesia beberapa waktu lalu. “Keterlibatan beliau sangat besar, tugas beliau sangat banyak dalam kaitannya dengan penanganan dampak ini,” kata dia.  

Saat ini, Budi Karya tengah dirawat di RSPAD Gatot Subroto. Wakil Kepala RSPAD Albertus Budi Sulistya menjelaskan, Budi Karya sebelumnya dirawat di salah satu rumah sakit swasta dengan penyakit penyerta.

(Baca: Anies Baswedan: Infeksi Corona Bukan Aib, Lapor Bila Rasakan Gejala)

Dalam perkembangannya, timbul sesak napas sehingga kemudian dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dan pemasangan alat medis untuk penanganan yang lebih baik. “Tadi sore yang merawat bilang ada perbaikan,” ujarnya dalam Konferensi Pers yang sama.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait