Anies Baswedan: Infeksi Corona Bukan Aib, Lapor Bila Rasakan Gejala

Sebanyak 190 rumah sakit di Jakarta siaga untuk mendukung penanganan infeksi corona. Ribuan  klinik dan ratusan Puskemas juga telah disiagakan.
Image title
14 Maret 2020, 20:45
Anies Baswedan, Virus corona, jakarta, Corona Bukan Aib
ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/ama.
Simulasi Penanganan Pasien Corona di Rumah Sakit Lavalette, Malang, Jawa Timur, Jumat (13/3/2020).

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menekankan infeksi virus corona atau Covid-19 bukan aib yang perlu disembunyikan. Ia meminta setiap orang yang memiliki gejala-gejala terjangkit virus tersebut untuk segera melaporkan diri.

"Kami menggarisbawahi bahwa Covid-19 ini bukan aib. Jadi kalau terdeteksi itu tidak usah harus disembunyikan, harus segera lapor supaya melindungi yang lain dari tertular dan melindungi dirinya agar bisa langsung ada tindakan perawatan," kata dia saat menggelar Konferensi Pers di Jakarta, Sabtu (14/3).

Menurut dia, temuan kasus infeksi corona di Jakarta semakin merata. Ratusan pasien dalam pemantauan dan pengawasan terkait corona. Sedangkan jumlah pasien positif corona di Jakarta tercatat 69 orang.

(Baca: Gubernur Anies Beberkan Peningkatan Jumlah Pasien Pengawasan Corona)

Advertisement

Saat ini, sebanyak 190 rumah sakit di Jakarta siaga untuk mendukung penanganan infeksi corona, di mana delapan rumah sakit di antaranya merupakan rumah sakit rujukan. Sebanyak 1.838 klinik dan 289 unit Puskemas juga telah disiagakan.

Pemerintah DKI juga telah menerapkan kebijakan penutupan sekolah hingga tempat wisata, serta penyemprotan disinfektan. Ujian Nasional SMA/SMK yang sejatinya diselenggarakan pada Senin (16/3) juga ditunda. Ia juga menganjurkan kepada penyelenggara kursus ataupun pendidikan nonformal lainnya untuk menunda kegiatan belajar-mengajar secara langsung.

Potensi Sebaran Corona di Indonesia Meluas 

Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19 Achmad Yurianto menjelaskan telah terdapat 96 kasus corona di Indonesia sejauh ini, atau bertambah 27 kasus dari sehari sebelumnya.

“Temuan ini diperoleh dari tracking yang dilakukan secara masif,” kata dia dalam Konferensi Pers tentang Gugus Tugas Penanganan Covid-19 di Kantor Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), di Jakarta, Sabtu (14/3).

(Baca: Siaga Lonjakan Corona, Hotel BUMN Dipertimbangkan Jadi Tempat Isolasi)

Ia menjelaskan, dari hasil pemetaan terhadap kasus-kasus ini, potensi sebaran meluas ke seluruh wilayah di Indonesia. Maka itu, pemerintah pun melakukan perubahan strategi dengan membentuk Gugus Tugas Penanganan Covid-19 yang dikepalai Kepala BNPB. Strategi tracking juga berubah dari berbasis kasus menjadi berbasis komunitas, dengan melibatkan berbagai unsur di masyarakat.

“Tidak mungkin lagi kami melakukan tracking dengan pendekatan biasa yang seperti kami lakukan. Oleh Karena itu, gugus tugas perlu dibentuk agar terjadi sinergitas antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah dan tidak terjadi overlapping yang menyebabkan ketidakefektifan dan ketidakefisienan,” ujarnya.

Dari 96 kasus sejauh ini, sebanyak delapan orang telah dinyatakan sembuh. Penetapan sembuh berdasarkan indikasi yaitu tak ada keluhan fisik, dan dua kali tes menunjukkan hasil negatif. Sedangkan korban meninggal dunia sebanyak lima orang. Korban meninggal memiliki faktor penyebab lain, selain Covid-19.

Sebagai langkah pencegahan penyebaran virus corona di dalam negeri, menurut dia, Kementerian Luar Negeri juga akan meninjau kembali pembatasan-pembatasan kedatangan warga negara dari negara-negara yang menetapkan penutupan alias lock down terkait corona.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait