Jokowi Kumpulkan Partai Koalisi di Istana Bahas Corona hingga Omnibus

Ketum Golkar Airlangga Hartanto mengklaim tak banyak hal yang dipermasalahkan oleh mayoritas partai terkait Omnibus Law Cipta Kerja.
Dimas Jarot Bayu
6 Maret 2020, 23:15
Omnibus Law, Omnibus Law Cipta Kerja, Virus Corona
Antara/Hafidz Mubarak A
Presiden Joko Widodo

Sejumlah petinggi partai politik datang ke Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Jumat (6/3). Berdasarkan informasi dari Ketua Umum Golkar Airlangga Hartanto, ada pembahasan mengenai virus corona dan Omnibus Law Cipta Kerja.   

Berdasarkan pantauan katadata.co.id, Airlangga datang ke Istana pada Jumat sore, bersama Sekretaris Jenderal Golkar Lodewijk Paulus dan Wakil Ketua Umum Golkar Aziz Syamsuddin. Sedangkan pagi harinya, Ketua Umum Zulkifli Hasan tampak menyambangi Istana.

Airlangga mengatakan memang ada pertemuan di Istana yang dihadiri partai-partai koalisi pemerintahan. Salah satu yang dibahas dalam pertemuan tersebut terkait kasus virus corona di Indonesia. "Serta cara penanganan corona dan antisipasi oleh pemerintah," kata dia.

(Baca: PKS Beri Tiga Syarat Dukung Omnibus Law Cipta Kerja)

Advertisement

Selain itu, ia menyebut pertemuan membahas tentang rancangan Omnibus Law Cipta Kerja. Menurutnya, hampir seluruh partai siap melakukan pembahasan rancangan aturan tersebut.

Mereka, kata Airlangga, akan memberikan usulan-usulan yang konstruktif terhadap rancangan Omnibus Law Cipta Kerja. Dia mengklaim tak banyak hal yang dipermasalahkan oleh mayoritas partai.

(Baca: Pasien Positif Virus Corona di Indonesia Bertambah Jadi 4 Orang)

Meskipun, ada beberapa catatan, di antaranya agar pemerintah lebih intensif melakukan sosialisasi rancangan Omnibus Law Cipta Kerja. Catatan tersebut sebelumnya disampaikan oleh Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono ketika bertemu Airlangga, kemarin.

"Juga terkait pelibatan kalangan profesional (dalam pembahasan rancangan Omnibus Law Cipta Kerja)," kata Airlangga.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait