Rumah Sakit Non-Rujukan Diminta Siapkan Ruang Isolasi Penderita Corona

Rumah sakit non-rujukan diminta menyiapkan ruang isolasi agar bisa melakukan penanganan sementara terhadap pasien terindikasi terjangkit corona.
Dimas Jarot Bayu
5 Maret 2020, 20:31
virus corona, rumah sakit rujukan, pasien corona
ANTARA FOTO/Fauzan
Petugas rumah sakit berjaga di depan ruangan isolasi di RSUD Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, Banten, Senin (2/3/2020).

Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy meminta rumah sakit non-rujukan menyiapkan ruang isolasi. Tujuannya, agar bisa melakukan penanganan sementara terhadap pasien yang terindikasi terjangkit virus corona.

"Sebaiknya semua rumah sakit, walau bukan rujukan, disiapkan juga," kata Muhadjir di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (5/3).

Dari segi kemampuan, ia meyakini rata-rata rumah sakit bisa mengambil sampel dari pasien untuk kemudian dikirim ke Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso. “Pemeriksaan sampelnya masih dipusatkan di RSPI," kata dia.

(Baca: Penyebaran Corona Buat Bisnis Perhotelan di Tanah Air Turun Drastis)

Advertisement

Saat ini, sebanyak 137 rumah sakit milik pemerintah telah ditunjuk sebagai rumah sakit rujukan untuk penanganan penyakit akibat virus corona alias Covid-19. Selain itu, beberapa rumah sakit swasta telah menawarkan diri untuk bisa menangani penyakit tersebut.

Muhadjir mengatakan, ratusan rumah sakit tersebut memiliki fasilitas kesehatan yang dibutuhkan dan telah melakukan simulasi penanganan virus corona.

(Baca: Ekspor Masker Dilarang, RNI: Kami Tidak Jual ke Luar Negeri)

Selain ratusan rumah sakit tersebut, pemerintah tengah merenovasi fasilitas kesehatan di Pulau Galang, Batam, Kepulauan Riau. Nantinya, fasilitas kesehatan itu akan dijadikan sebagai rumah sakit khusus untuk penyakit menular seperti virus corona.

Jokowi menargetkan renovasi fasilitas kesehatan di Pulau Galang dapat selesai kurang dari sebulan.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait