Pemerintah Awasi Khusus Kedatangan Warga dari 4 Negara Pusat Corona

Pemerintah belum membatasi penerbangan dari Korea Selatan, Jepang, Italia, dan Iran, menyusul lonjakan kasus corona di negara tersebut.
Dimas Jarot Bayu
4 Maret 2020, 18:47
virus corona, pembatasan penerbangan, pengawasan khusus
ANTARA FOTO/Fikri Yusuf
Petugas memeriksa Health Alert Card atau Kartu Kewaspadaan Kesehatan di Terminal Kedatangan Internasional Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Senin (2/3/2020).

Pemerintah belum membatasi penerbangan dari Korea Selatan, Jepang, Italia, dan Iran. Meskipun, empat negara tersebut menjadi episentrum penyebaran virus corona di luar Tiongkok.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menjelaskan kebijakan yang diambil adalah pengawasan khusus. "Empat daerah itu hanya kami berikan pengawasan khusus bagi penumpang-penumpangnya," kata dia di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (4/3).

Pengawasan khusus diberlakukan di seluruh bandara di Tanah Air. Prosedurnya, orang-orang yang datang dari keempat negara akan melewati jalur khusus di mana ada pemeriksaan kesehatan. "Ada karantina apabila ada yang panas atau pilek," ucap Budi.

(Baca: Ada Kasus Positif Corona, Pemerintah Tunda Insentif untuk Turis Asing)

Advertisement

Kepala Staf Presiden Moeldoko menambahkan, orang-orang yang datang dari keempat negara itu baru diperbolehkan masuk Indonesia ketika mendapatkan sertifikat sehat. Sertifikat tersebut didapatkan setelah mereka menjalani pemeriksaan kesehatan.

Selain itu, otoritas kesehatan akan melihat riwayat perjalanan mereka sebelum ke Indonesia. "Travel story nanti dilihat dari paspornya," kata Moeldoko.

Sebelumnya, Budi menjelaskan bahwa pemerintah bakal mengkaji sejumlah indikator guna memutuskan untuk menutup atau membuka penerbangan dari dan menuju keempat negara. Namun, dia tak memerinci indikator yang dimaksud.

"Nanti tanya sama Menteri Kesehatan (Terawan Agus Putranto) dan Menteri Luar Negeri (Retno Marsudi)," katanya.

(Baca: Chairul Anwar Nidom, Bergelut dengan Virus Flu Burung dan Corona)

Sejauh ini, pemerintah baru menutup sementara penerbangan dari dan ke Tiongkok menyusul penyebaran virus corona di negara tersebut. Penutupan berlaku sejak 5 Februari 2020.

Berdasarkan data John Hopkins CSSE per hari ini, total 93.455 orang terdeteksi terinfeksi virus corona di seluruh dunia. Sebanyak 80.270 orang di antaranya berada di daratan Tiongkok. Sedangkan sisanya berada di luar dataran Tiongkok, dengan jumlah terbanyak di Korea Selatan 5.621 orang, Italia 2.502 orang, Iran 2.336 orang, dan Jepang 293 orang.

Dari total orang terinfeksi tersebut, sebanyak 3.198 orang dinyatakan meninggal dunia, sedangkan 50.743 orang lainnya dinyatakan pulih.

Di Indonesia sendiri, sudah ada dua orang yang terdeteksi terinfeksi virus corona. Pasien 1 merupakan warga Depok, Jawa Barat berusia 64 tahun, sedangkan pasien 2 merupakan anaknya yang berusia 31 tahun.

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengatakan, kedua WNI tersebut saat ini sudah diisolasi di Rumah Sakit Penyakit Infeksi Sulianti Saroso. "Proses isolasi 14 hari," ujarnya.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait