Direstui Pemda Bojonegoro, Revisi Amdal Blok Cepu Selangkah Lagi

Revisi Amdal dalam rangka peningkatan produksi menjadi 235 Ribu BOPD.
Image title
21 Februari 2020, 15:53
Blok Cepu, Produksi Blok Cepu, Amdal Blok Cepu, Exxonmobil
ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga
Pekerja beraktivitas di area Proyek Pengembangan Lapangan Gas Unitisasi Jambaran-Tiung Biru (JTB) usai prosesi Tajak Sumur di Desa Bandungrejo, Bojonegoro, Jawa Timur, Rabu (9/10/2019).

SKK Migas menyebut Pemerintah Kabupaten Bojonegoro telah memberikan rekomendasi untuk revisi Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) di Blok Cepu. Revisi Amdal dalam rangka peningkatan produksi di blok tersebut.

Rekomendasi dari Pemkab merupakan syarat untuk mendapatkan persetujuan revisi Amdal dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Revisi Amdal untuk meningkatkan produksi di Blok Cepu menjadi 235 ribu barel minyak per hari (BOPD).

Sebelumnya beredar kabar rekomendasi Amdal terganjal oleh syarat dari Pemkab Bojonegoro, yaitu jatah gas dari proyek Jambaran Tiung Biru (JTB) sebesar 30 juta standar kaki kubik per hari (MMscfd).  

(Baca: Tarik Ulur Pemerintah Pusat dan Pemkab Bojonegoro Soal Amdal Blok Cepu)

Advertisement

Wakil Kepala SKK Migas Fatar Yani Abdurrahman membenarkan Pemkab membutuhkan gas untuk dikelola Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), namun ia menepis hal ini menjadi pengganjal rekomendasi.

"Tidak ada hubungannya itu. Kalau minta alokasi kan siapa saja boleh," kata dia kepada Katadata.co.id, Jumat (21/2).

Ia menjelaskan, SKK Migas tengah menunggu jawaban dari BUMD terkait pemanfaatan alokasi gas bumi yang diminta. Sebab, infrastruktur gas dan calon pembeli perlu disiapkan secara matang.

"Makanya setiap ada permintaan gas termasuk PGN dan Pertagas pun kami tanya buat apa. Bukan hanya perusahaan swasta ataupun BUMD. Jadi user-nya mesti jelas," kata Fatar.

(Baca: ExxonMobil Kumpulkan Data untuk Eksplorasi Migas di Wilayah Terbuka)

Saat ini, Blok Cepu merupakan penopang produksi minyak nasional. Rata-rata produksi harian blok tersebut mencapai 220 ribu BOPD. Sedangkan tahun lalu, produksi berkisar 216 ribu BOPD. Jika ada tambahan dari Lapangan Kedung Keris sebesar 10 ribu BOPD maka produksi bisa di atas 220 ribu BOPD.

Maka itu, persetujuan revisi Amdal untuk produksi hingga 235 ribu BOPD diharapkan segera diperoleh. Sementara menunggu persetujuan revisi AMDAL, SKK Migas meminta operator Blok Cepu yakni ExxonMobil untuk menahan produksi di blok tersebut.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait