Dirjen Migas Tepis Peluang Pemindahan Kilang LNG Blok Masela ke NTT

Direktur Jenderal Migas Ego Syahrial menyatakan lokasi pembangunan kilang LNG Blok Masela masih sesuai rencana awal.
Image title
Oleh Verda Nano Setiawan
13 Februari 2020, 20:45
Blok Masela, Lokasi Kilang LNG Masela, Inpex
Katadata/Ratna Iskana
Dua orang berbincang di booth Inpex Corporation dalam IPA Convex 2019 di Jakarta. Inpex merupakan operator proyek Lapangan Abadi Blok Masela.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menepis kabar rencana pemindahan lokasi kilang darat LNG Blok Masela ke Provinsi Nusa Tenggara Timur. Berdasarkan rencana pengembangan blok minyak dan gas bumi di Laut Arafura tersebut, kilang LNG sudah diputuskan berada di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Migas Ego Syahrial menyebut lokasi kilang LNG Blok Masela masih sesuai rencana awal yang telah disampaikan SKK Migas. "Saya baru dengar kaget (dipindahkan ke NTT). Kan semua pengelolaan di SKK Migas. Tidak mungkin lah (pindah)," ujar Ego saat ditemui di Gedung DPR, Kamis (13/2).

Adapun penunjukan Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku sebagai lokasi kilang LNG Blok Masela ditandai dengan penyerahan surat permohonan penetapan lokasi dan surat rekomendasi Gubernur oleh Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto kepada Gubernur Maluku Murad Ismail.

(Baca: Pembebasan Lahan Blok Masela Terkendala, SKK Migas: Beres Tahun Ini)

Penyerahan surat tersebut dilakukan pada 4 November 2019, di Ambon, Maluku. Penyerahan surat disaksikan oleh Presiden Inpex Akihiro Watabe dan Kepala DPRD Provinsi Maluku Lucki Wattimury. Inpex merupakan operator Blok Masela.

Namun, Inpex dilaporkan mengalami kesulitan dalam membebaskan 1.000 hektare lebih lahan untuk lokasi kilang. Meskipun, SKK Migas optimistis masalah lahan bisa selesai tahun ini, lewat koordinasi dengan Gubernur Maluku.

Secara teknis, pengembangan Blok Masela baru pada tahap tender pengerjaan desain detail atau Front End Engineering Design (FEED). Bersamaan dengan itu, Inpex dibantu SKK Migas mengurus perizinan lahan dan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL). SKK Migas dan Inpex juga terus mencari calon pembeli potensial gas dari blok tersebut.

(Baca: Perusahaan Listrik Asing Bidik Blok Masela, ESDM Imbau PLN Lebih Aktif)

SKK Migas menargetkan produksi LNG Blok Masela sebesar 9,5 MTPA dan gas pipa sebesar 150 MMscfd. Sekitar 60% produksi Blok Masela ditargetkan terserap untuk kepentingan dalam negeri dan sisanya sebesar 40% untuk ekspor.

Berdasarkan data SKK Migas, total produksi gas kumulatif Blok Masela dari 2027 hingga tahun 2055 mencapai 16,38 TSCF dengan total gas yang dijual sebesar 12,95 TSCF. Selain itu, Blok Masela menghasilkan kondensat dengan kumulatif produksi sebesar 255,28 MMSTB.

Video Pilihan

Artikel Terkait