Bus Tanpa Awak Ditargetkan Beroperasi di Ibu Kota Baru pada 2024

Pemerintah bakal menggandeng investor internasional yang sudah menguasai soal kendaraan tanpa awak.
Dimas Jarot Bayu
15 Januari 2020, 21:54
Ibu Kota Baru, Bus Tanpa Awak, Bus Tanpa Awak di Ibu Kota Baru, Kendaraan Listrik, Kendaraan Otonom, Uji Coba Kendaraan Listrik
ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
Presiden Joko Widodo meninjau lokasi rencana ibu kota baru di Sepaku, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Selasa (17/12/2019).

Pemerintah menargetkan operasional kendaraan otonom atau tanpa awak di ibu kota baru pada 2024. Untuk tahap awal, kendaraan tanpa awak yang akan dioperasikan yakni berjenis bus.

Jika penerapannya berhasil, pemerintah akan menerapkan kendaraan tanpa awak berjenis kereta di ibu kota baru. "Jadi kami tingkatkan," kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (15/1).

Ia mengatakan, tidak ada infrastuktur khusus yang dibangun untuk bus tanpa awak. Bus akan beroperasi di jalan tol yang menghubungkan Balikpapan dan ibu kota baru.

(Baca: Jokowi Rencanakan Transportasi Massal Tanpa Awak di Ibu Kota Baru)

Advertisement

Atas dasar itu, ia menilai biaya untuk penerapan kendaraan otonom ini tidak akan terlalu mahal. "Ini tidak semahal kalau kita harus membangun LRT dan MRT," kata dia.

Untuk bisa mewujudkan rencana tersebut, pemerintah bakal menggandeng investor internasional yang sudah menguasai soal kendaraan tanpa awak. Setelah mendapatkan investor, pemerintah akan membuat peta jalan untuk penerapannya.

Hanya saja, Budi menjelaskan rencana tersebut tak bisa dilakukan jika Indonesia belum familiar dengan kendaraan elektrik atau kendaraan listrik. Maka itu, pemerintah akan melakukan uji coba terhadap kendaraan elektrik terlebih dulu.

Rencananya, uji coba bakal dilakukan di Puncak, Bogor, Jawa Barat dan Kuta, Bali. "Kami uji coba keandalan dari kendaraan ini, sehingga pada saat kami menetapkan atau menggunakan electric autonomous vehicle, kami sudah memiliki pengalaman mengelola itu," ujarnya.

(Baca: Jokowi Taksir Bangun Ibu Kota Baru Habiskan APBN Rp 100 Triliun)

Di sisi lain, Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro mengatakan, pemerintah butuh membangun infrastruktur 5G untuk bisa menerapkan kendaraan otonom di ibu kota baru.

Selain itu, pemerintah harus membangun pembangkit listrik untuk memasok listrik bagi kendaraan otonom di ibu kota baru. "Kita bisa bangun sesuai kebutuhan," ujarnya.

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait