Jokowi Rencanakan Transportasi Massal Tanpa Awak di Ibu Kota Baru

Kendaraan juga diharapkan menggunakan energi listrik sehingga rendah emisi dan berkontribusi pada penghematan bahan bakar minyak.
Dimas Jarot Bayu
15 Januari 2020, 15:35
Jokowi, Ibu kota baru, transportasi massal tanpa awak
ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
Presiden Joko Widodo (kiri) berbincang dengan Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor (kanan) saat meninjau lokasi rencana ibu kota baru di Sepaku, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Selasa (17/12/2019).

Presiden Jokowi mengatakan, transportasi massal di ibu kota baru akan menggunakan teknologi otonom (autonomous), alias dikemudikan tanpa awak.

“Kami mau bangun transportasi di sana umumnya, massalnya adalah autonomous,” kata Jokowi di Rafles Hotel, Jakarta, Rabu (15/1). Kendaraan pribadi juga diharapkan bisa memiliki teknologi yang sama.

Selain itu, kendaraan diharapkan menggunakan energi listrik sehingga rendah emisi dan berkontribusi pada penghematan bahan bakar minyak. “Sehingga semua murah,” ujarnya.

(Baca: Bertemu Investor Dunia, Jokowi Beberkan Rancangan Besar Ibu Kota Baru)

Advertisement

Lebih lanjut, Jokowi menginginkan pembangunan ibu kota baru tidak sekadar memindahkan gedung-gedung dari Jakarta. “Orang berpikir memindahkan lokasi, gedung, bukan itu. Kami ingin ada pemindahan kultur kerja,” kata dia.

Akhir Agustus lalu, Jokowi mengumumkan ibu kota baru akan berlokasi di Penajam Paser Utara dan Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur. Luas dua kabupaten di Kalimantan Timur  itu jauh lebih besar dari Jakarta.

Total dana pemindahan ibu kota sekitar Rp 486 triliun. Sebanyak 54,6% dari total dana ini atau Rp265,2 triliun akan dipenuhi melalui Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha.

(Baca: Jokowi Izinkan Namanya Dicatut untuk Selesaikan Masalah Investasi)

Sedangkan pihak swasta akan berkontribusi sekitar 26,2%. Sisanya, 19,2% atau sekitar Rp 93,5 triliun berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait