Ma'ruf Amin: Kemiskinan Hampir Membawa Orang pada Kekafiran

Ma’ruf mengatakan, untuk menjadikan Indonesia negara maju, perlu adanya peningkatan kemampuan sumber daya manusia.
Martha Ruth Thertina
10 November 2019, 09:25
Tingkat Kemiskinan, Maruf Amin
ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga
Wakil Presiden Ma'ruf Amin

Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan Indonesia harus bisa naik kelas dari negara berpendapatan menengah menjadi negara maju dan terlepas dari kemiskinan. Maka itu, harus ada upaya-upaya untuk meningkatkan perekonomian.

Ia pun menyinggung pentingnya pengentasan kemiskinan, dilihat dari aspek keimanan. "Kemiskinan itu, kata Rasulullah, hampir bisa membawa orang kepada kekafiran. Kemiskinan itu bisa membuat orang menjadi kafir karena lemah, mudah dibujuk, mudah diprovokasi, mudah dibeli imannya karena dia miskin," kata dia saat menghadiri Peringatan Maulid Nabi di di Masjid Jami' Baitul Muhtadi, Banten, Sabtu (10/11) malam.

(Baca: Mengukur Keraguan Data Pertumbuhan Ekonomi Indonesia yang Stabil 5%)

Untuk meningkatkan ekonomi, menurut dia, perlu adanya peningkatan kemampuan sumber daya manusia. Maka itu, hal ini menjadi fokus pemerintah ke depan. "Warganya juga harus kuat, mampu mengembangkan dunianya, harus pintar, harus bisa hidup layak," ujarnya.

Advertisement

Adapun Ma’ruf mendapatkan tugas dari Presiden Joko Widodo untuk mengkoordinasikan Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K). Dalam beberapa kesempatan, Ma'ruf mengatakan target dia adalah menekan angka kemiskinan hingga sekecil mungkin bahkan menghilangkannya. "Jangan sampai anak cucu kita miskin,” kata dia.

Berdasarkan data TNP2K, tingkat kemiskinan di Indonesia hingga Maret 2019 tercatat sebesar 9,41% dari jumlah penduduk. Ia juga menargetkan penurunan angka stunting pada anak hingga mencapai ambang batas Badan Kesehatan Dunia (World Health Organization).

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait