Menteri Luhut Pantau Langsung Semua Proyek Nilai di Atas US$ 1 Miliar

Pemantauan dilakukan agar pelaksanaan proyek tidak terhambat.
Dimas Jarot Bayu
30 Oktober 2019, 19:51
Luhut, Luhut Pandjaitan, Investasi
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan menyatakan, dirinya akan memantau secara langsung proyek dengan nilai investasi lebih dari US$ 1 miliar atau Rp 14 triliun. Pemantauan tersebut bertujuan agar pelaksanaan proyek tidak terhambat.

Ia menjelaskan, selama ini, banyak proyek yang progresnya maju mundur karena terkendala berbagai hal. "Jadi pada level deputi saya secara terpadu akan membuat rapat dan setiap bulanan saya yang pimpin rapat," kata dia di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (30/10).

(Baca: Jokowi: Kebijakan Tarik Investasi Asing Fokus pada Sektor Tertentu)

Dia mencontohkan proyek pengembangan pabrik naphta cracker di Balongan, Jawa Barat. Naphta cracker dibutuhkan untuk industri petrokimia. Proyek tersebut dikerjakan China Petroleum Corporation (CPC) Taiwan dan Pertamina.

Advertisement

Investasi untuk pembangunan pabrik berkapasitas produksi hingga 2 juta ton per tahun tersebut sekitar Rp 8 miliar. Hanya saja, realisasi investasi masih terhambat penyediaan lahan.

Luhut mengatakan, masalah yang menimpa proyek tersebut sudah berlangsung selama tiga tahun dan belum ada jalan keluarnya. "Seolah-olah ada orang yang menghambat supaya petrochemical ini tidak jadi, supaya kita impor terus dari luar," kata dia.

(Baca: Larangan Ekspor Nikel, Korsel Ingin Bangun Pabrik Baterai di Indonesia)

Ia belum memerinci proyek-proyek apa saja yang masuk daftar pantauan. Sebab, pihaknya masih dalam tahap inventarisasi. Pemantauan akan segera dilakukan setelah inventarisasi selesai.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait