Antam Raup Laba Rp 365 Miliar Semester I, Penjualan Emas Naik Rp 14%

Perolehan dari jasa pemurnian dan jasa lainnya tercatat melonjak 208%.
Martha Ruth Thertina
Oleh Martha Ruth Thertina
1 Oktober 2019, 17:10
Kinerja keuangan Antam (ANTM) disokong penjualan emas antam
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
Seorang pegawai memegang emas imitasi di butik emas Antam, Mall Ambasador, Jakarta Pusat (29/7).

PT Aneka Tambang (Antam) meraup laba bersih sebesar Rp 365,75 miliar, naik 6,18% dibandingkan periode sama tahun lalu. Pertumbuhan laba seiring kinerja positif penjualan dari komoditas utama Antam yakni emas.

Berdasarkan laporan keuangan (belum diaudit) perusahaan berkode bursa ANTM tersebut, total penjualan mencapai Rp 14,42 triliun pada semester I, naik 22% dibandingkan periode sama tahun lalu. Adapun penjualan emas mencapai Rp 9,61 triliun, naik 17,19% dibandingkan periode sama tahun lalu.

Antam menyatakan peningkatan penjualan tersebut seiring upaya perusahaan untuk meningkatkan utilitas pengolahan pabrik pemurnian. “Serta pengembangan pasar emas Antam baik domestik dan ekspor yang didukung dengan pegembangan inovasi produk Logam Mulia Antam,” demikian tertulis dalam siaran pers yang diterma katadata.co.id, Selasa (1/10).

(Baca: Dinilai Tak Ekonomis, Antam Batal Akuisisi Nusa Halmahera Mining)

Selain emas, lonjakan penjualan juga terjadi untuk komoditas bijih nikel. Realisasinya mencapai Rp 1,76 triliun, naik dua kali lipat dari periode sama tahu lalu. Kemudian, bijih bauksit mencapai Rp 296,74 miliar, naik 135% dibandingkan periode sama tahun lalu. Ada juga penjualan alumina Rp 201,62 miliar, dari nol pada periode sama tahun lalu.

Di sisi lain, feronikel yang merupakan komoditas penyumbang penjualan terbesar kedua Antam tercatat mengalami pelemahan penjualan. Realisasinya Rp 2,31 triliun, turun 6,48% dibandingkan periode sama tahun lalu. Komoditas lainnya yang mencatatkan pelemahan penjualan yaitu perak, batu bara, dan logam mulia lainnya. Meskipun, kontribusinya terhadap total penjualan terbilang kecil.

(Baca: Tak Mudah Meledak, Limbah Nikel Akan Dikeluarkan dari Daftar B3

Yang menarik, perolehan dari jasa pemurnian dan jasa lainnya juga tercatat melonjak signifikan. Realisasinya mencapai Rp 180,21 miliar, 208% dari periode sama tahun lalu yang baru mencapai Rp 58,4 miliar.

Saat ini, perusahaan menyatakan tengah mengerjakan beberapa proyek kunci dalam rangka pengembangan hilirisasi yaitu proyek Pembangunan Pabrik Feronikel Haltim, dengan kapasitas produksi sebesar 13.500 TNi (line 1). Hingga akhir semester I, realisasi konstruksinya diklaim telah mencapai 97%.

“Dengan selesainya proyek pembangunan pabrik feronikel Haltim (line 1) akan meningkatkan kapasitas total terpasang feronikel Antam sebesar 50% dari saat ini sebesar 27.000 TNi menjadi 40.500 TNi per tahun,” demikian tertulis dalam siaran pers.

(Baca: Antam Target Pembangunan Smelter Alumina di Mempawah Dimulai Oktober )

Saat ini, Antam juga tenfgah berfokus pada pembangunan pabrik Smelter Grade Alumina Refinery yang dibangun bekerja sama dengan PT Inalum. Smelter ini direncanakan memiliki kapasitas pengolahan sebesar satu juta ton SGA per tahun (tahap 1).

Video Pilihan

Artikel Terkait