Ungkapan Duka Cita Timor Leste Atas Kepergian BJ Habibie

“Masyarakat Timor akan mengingatmu selamanya. Beristirahatlah dengan tenang," demikian kutipan pernyataan pada karangan bunga dari Presiden Xanana Gusmao.
Martha Ruth Thertina
13 September 2019, 09:09
BJ Habibie, Timor Leste Habibie, Xanana Gusmao Habibie
ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Personel Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) mengusung peti jenazah almarhum Presiden Ke-3 Republik Indonesia BJ Habibie menuju ke liang lahat saat tiba dalam upacara pemakaman di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama, Kalibata, Jakarta Selatan, Kamis (12/9/2019).

Pemerintah Timor Leste menyampaikan pernyataan duka cita atas wafatnya Presiden ke-3 Indonesia Bacharuddin Jusuf Habibie. Pernyataan tersebut dimuat dalam laman situs kantor berita Timor Leste, Tatoli, Kamis, 12 September 2019.

"Hari ini, Dewan Menteri diminta oleh Kay Rala Xanana Gusmao mewakili Timor Leste untuk menyampaikan bahwa Dewan Menteri berduka cita untuk keluarga Presiden Habibie," demikian bunyi pernyataan di laman tersebut, seperti dikutip Kantor Berita Antara.

Selain itu, Tatoli memuat sebuah tulisan pada tanggal yang sama dengan judul "Dalam Kenangan: Selamat Jalan B.J. Habibie".

(Baca: Ini Pesawat Karya BJ Habibie, Mr. Crack Dunia Penerbangan)

Pada tulisan itu, disebutkan bahwa Perdana Menteri Xanana Gusmao mengirimkan karangan bunga ke rumah duka kediaman Habibie di kawasan Patra Kuningan, Jakarta.

Karangan bunga itu bertuliskan kata-kata dalam bahasa Inggris, yang diterjemahkan menjadi "Duka cita mendalam. Dengan simpati sepenuh hati atas kepergian saudaraku Presiden BJ Habibie. Masyarakat Timor akan mengingatmu selamanya. Beristirahatlah dengan tenang."

Sebelumnya, beredar video ketika Xanana menjenguk Habibie di rumah sakit. Kedua tokoh besar itu terlihat akrab.

(Baca: Media Asing Marak Mengabarkan Wafatnya BJ Habibie)

Habibie wafat pada Rabu, 11 September 2019, pukul 18.05 WIB di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta. Ia menghembuskan nafas terakhir pada usia 83 tahun, setelah dirawat secara intensif di RSPAD sejak 1 September 2019.

Pemerintah Indonesia melalui Menteri Sekretaris Negara Pratikno menyampaikan seruan pada lembaga negara dan masyarakat untuk memasang bendera setengah tiang sebagai tanda berkabung. Pemerintah juga menetapkan tiga hari sejak kepergian Habibie sebagai hari berkabung nasional.

Jenazah Habibie dimakamkan pada Kamis, 12 September 2019, di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta, berdampingan dengan makam sang istri, Ainun Habibie.

Reporter: Antara

Video Pilihan

Artikel Terkait