Progres 3 Proyek Kilang Pertamina, Kilang Balikpapan Mulai Pembangunan

Perusahaan sudah menunjuk kontraktor untuk pengerjaan kilang Balikpapan. Kontraktor mulai melakukan pembangunan prasarana.
Image title
Oleh Verda Nano Setiawan
27 Agustus 2019, 13:55
Kilang pertamina, Kilang Balikpapan, Kilang Cilacap, Kilang Tuban
Tampak area Refinery Unit V Pertamina Balikpapan, Kalimantan Timur (22/7). Saat ini Kilang Balikpapan berkapasitas minyak mentah 260 MBSPD akan ditingkatkan menjadi 360 MBSPD dengan adanya proyek Refinery Development Master Plan.

Pertamina tengah memproses beberapa megaproyek kilang. Progres kilang Balikpapan terdepan sejauh ini. Sedangkan kilang Tuban dalam tahap persetujuan desain, dan kilang Cilacap masih berkutat pada diskusi valuasi aset dengan rekanan yaitu Saudi Aramco.

Direktur Keuangan Pertamina Pahala N. Masury menyampaikan perusahaan sudah menunjuk kontraktor untuk pengerjaan kilang Balikpapan. "Prosesnya terlihat nyata bukan hanya site preparation saja. Sudah melakukan pembangunan prasarana di Balikpapan," kata Pahala saat ditemui di Kantor Pusat Pertamina, Senin (26/8).

Ia optimistis kilang Balikpapan dapat rampung pertengahan 2023. Nantinya, kapasitas kilang yang berada di Kalimantan Timur ini akan naik dari 260 juta barel per hari (MBSPD) menjadi 360 MBSPD.

(Baca: Jokowi Ingin Kilang Rampung, Pertamina Sudah Jual Obligasi Rp 21 T)

Sedangkan untuk kilang Tuban yang dikerjakan Pertamina bersama Rosneft, proesesnya sudah masuk tahap Detail Engineering Design (DED) dan General Engineering Design (GED). "Kami upayakan percepatan," ujar Pahala.

Selanjutnya, untuk proyek kilang Cilacap, perusahaan masih berupaya merampungkan diskusi valuasi aset dengan mitra yaitu Saudi Aramco. Valuasi dilakukan oleh tim penilai yakni IFA. Tujuannya, meminimalisir kemungkinan ketidaksepakatan dalam valuasi.

"Dalam satu minggu ke depan mereka sudah melakukan penilaian yang kita bisa negosiasikan," ujarnya.

(Baca: Jalan Terjal Pertamina dan Aramco Sepakati Proyek RDMP Cilacap)

Pertamina sendiri mulai mempersiapkan pendanaan untuk berbagai proyek kilang-nya. Pertamina sudah mendapatkan US$ 1,5 miliar atau sekitar Rp 21,39 triliun dari hasil penerbitan obligasi global pada 30 Juli lalu. Adapun pembangunan kilang termasuk dalam fokus Presiden Joko Widodo di periode kedua pemerintahannya.

Video Pilihan

Artikel Terkait