Lifting Migas Rendah, Pemerintah Bandingkan Pertamina vs Operator Lama

Pertamina dinilai sangat selektif dalam pengeboran. "Waktu masih dipegang operator sebelumnya ngebornya puluhan bahkan ratusan sumur," kata Djoko Siswanto.
Image title
16 Agustus 2019, 18:37
Pertamina lifting migas Blok Sanga Sanga
Pertamina EP

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyoroti kinerja Pertamina karena target lifting yang tidak tercapai di blok migas kelolaannya, di antaranya Blok Sanga-Sanga. Pertamina dinilai tak seagresif operator lama dalam mengebor sumur.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Djoko Siswanto mengatakan, jika dibandingkan operator sebelumnya, Pertamina jauh tertinggal dalam soal target pengeboran. Pertamina menargetkan pengeboran 29 sumur di Blok Sanga-Sanga tahun ini.

"Ngebor-nya sedikit. Waktu masih dipegang operator sebelumnya ngebor-nya puluhan bahkan ratusan baik Sanga-Sanga maupun Mahakam," ujarnya di Jakarta, Jumat (16/8).

(Baca: Kejar Target Lifting Migas, Pertamina EP Genjot Pengeboran 100 Sumur)

Advertisement

Perusahaan pelat merah tersebut dianggap sangat selektif dalam menetapkan lokasi pengeboran. Ini berbeda dengan operator sebelumnya yang jor-joran mengebor di berbagai lokasi. "Kalau zaman operator sebelumnya asal ngebor saja, bisa dapat bisa enggak," kata dia.

Sepanjang semester I 2019, realisasi produksi minyak siap jual (lifting) Blok Sanga-Sanga hanya sebesar 9.252 barel minyak per hari (BOPD) atau 75% dari target yaitu 12.377 BOPD.

(Baca: Pertamina Akan Mengebor Satu Sumur di Blok Rokan Tahun Depan)

Tahun ini, Pertamina berencana mengebor 29 sumur pengembangan di Blok Sanga-Sanga untuk menjaga produksi. Pengeboran ini bagian dari komitmen kerja pasti sebesar US$ 237 juta atau Rp 3,4 triliun untuk tiga tahun pertama pengelolaan blok tersebut.

Pertamina resmi mengelola Blok Sanga-Sanga mulai 7 Agustus 2018. Sebelumnya, operator blok ini adalah Virginia Indonesia Co (VICO). Blok Sanga-Sanga yang terletak di Kabupaten Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur, merupakan satu dari delapan blok terminasi yang pengelolaannya diserahkan pemerintah kepada Pertamina.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait