Jakarta Dipinang Jadi Tuan Rumah World Economic Forum, Ini Usul Jokowi

Pemerintah Indonesia berharap WEF bisa membantu dalam menyiapkan desain pengembangan SDM ke depan.
Michael Reily
14 Agustus 2019, 19:18
Jokowi soal World Economic Forum atau WEF 2020 Jakarta
Laily Rachev Martoni - Biro Pers Sekretariat Presiden
Jokowi di sela-sela pertemuan G20 di Osaka, Jepang, Juni 2019.

Presiden World Economic Forum (WEF) Borge Brende bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta pada Rabu (14/8) ini. Dalam pertemuan tersebut, Borge meminta Jakarta menjadi tuan rumah acara internasional WEF 2020.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro mengatakan, Borge meminta dukungan sekaligus usulan dari Jokowi terkait tema yang perlu diangkat dalam WEF 2020. Jokowi pun mengusulkan tema seputar pembangunan sumber daya manusia (SDM).

"Sesuai dengan tema pemerintahan lima tahun ke depan, intinya mengenai pengembangan manusia," kata Bambang di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (14/8). Menurut dia, pihak WEF menyambut positif usulan Jokowi tersebut.

(Baca: Diserang Isu Negatif, Luhut Bela Sawit RI di Forum Ekonomi Dunia)

Advertisement

Bambang mengatakan pemerintah Indonesia berharap WEF bisa membantu dalam menyiapkan desain pengembangan SDM ke depan. Adapun Indonesia ingin bisa mempersiapkan SDM dalam rangka industri 4.0. Harapannya, dengan kesiapan SDM, Indonesia lebih berdaya tarik sebagai destinasi investasi.

WEF adalah organisasi nonprofit internasional untuk kerja sama pemerintah dan swasta. Setiap tahun, WEF menggelar rapat di Davos, Swiss yang mempertemukan pemimpin-pemimpin negara dan industri. Selain itu, ada juga pertemuan-pertemuan lainnya di berbagai negara.

Bambang menjelaskan, pelaku industri berskala internasional bakal diundang dalam WEF 2020. "Termasuk perusahaan teknologi, unicorn, termasuk perusahaan penyedia jasa tenaga kerja, misalnya, yang sekarang internasional,” kata dia.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait