Cecep Arif Rahman dan Abimana Suguhkan Pencak Silat di Film Gundala

Film Gundala akan menampilkan efektivitas pencak silat dalam pertarungan.
Michael Reily
29 Mei 2019, 18:51
Cecep Arif Rahman dan Abimana Aryasatya menjadi penanggung jawab koreografi Film Gundala
Instagram Joko Anwar @jokoanwar
Pesilat sekaligus aktor Cecep Arif Rahman menjadi salah satu penanggung jawab koreografi film Gundala.

Sutradara Joko Anwar menggandeng Cecep Arif Rahman dan Abimana Aryasatya sebagai penanggung jawab koreografi dalam film jagoan lokal Gundala. Bela diri pencak silat bakal mewarnai adegan-adegan pertarungan dalam film tersebut.

Cecep yang turut bermain dalam film John Wick 3 mengatakan bela diri pencak silat mendapat sambutan positif dari publik luar negeri. "Apresiasi dari orang luar banyak yang bilang ingin lihat," kata dia di Jakarta, Kamis (28/3) malam.

Selain sebagai penanggung jawab koreografi, Cecep dan Abimana turut berperan dalam film tersebut. Cecep mendapat peran antagonis sebagai Swara Batin, sedangkan Abimana mendapat peran protagonis sebagai Gundala. Bagi Cecep, pertemuan dengan Abimana juga semacam nostalgia.

(Baca: Film "Gundala" Pesan Kostum dari Rumah Produksi Daredevil dan Watchmen)

"Film ini jadi nostalgia pencak silat bersama Abimana, kami benar-benar bertanggung jawab untuk menjadikan pencak silat populer," ujarnya. Anak Cecep yaitu Faris Fadjar juga mendapatkan peran dalam film ini sebagai Awang.

Abimana menyatakan pihaknya akan menampilkan efektivitas pencak silat dalam pertarungan, jadi bukan hanya menampilkan sisi keindahannya. Adapun Abimana pernah menjadi pengurus perguruan silat Panglipur di Jakarta milik Cecep.

Film Gundala diadaptasi dari komik “Gundala Putra Petir” karangan Harya Suraminata yang terbit sebanyak 23 judul. Menurut Abimana, karakater yang ingin ditampilkan dari tokoh Gundala adalah pemimpin yang tidak menggurui. Untuk memerankan tokoh tersebut, Abimana menurunkan berat badan sebanyak 10 kilogram.

(Baca: Gundala, Film Jagoan Karya Joko Anwar yang Tuai Pujian Sebelum Tayang)

Joko Anwar menyatakan proses pembuatan film ini menantang lantaran memiliki elemen fantasi. "Total gambar yang butuh efek spesial sekitar 600 gambar," kata dia.

Untuk pengerjaan efek spesial, Joko bekerja sama dengan 12 vendor, sebagian besar dari Indonesia, namun ada juga yang dari luar negeri. Saat ini, Gundala tengah mencoba mencari agen dan distributor untuk penayangan di luar negeri.

Video Pilihan

Artikel Terkait