Panitia dan Pengawas Pemilu 2019 Hong Kong Bantah Larang WNI Mencoblos

Panitia menyatakan, sebelum menutup TPS, pihaknya telah melakukan penyisiran di sekitar lokasi untuk memastikan tidak ada WNI yang ketinggalan mencoblos.
Martha Ruth Thertina
16 April 2019, 09:20
PPLN dan Panwaslu Hong Kong membantah terjadi pelanggaran Pemilu 2019.
Warga mengikuti simulasi pencoblosan dan penghitungan di TPS 17 pada Pemilihan umum 2019 di Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (10/4). Simulasi ini untuk memahami alur dan aturan Pemilu baik petugas dan warga yang akan mengikuti Pemilihan umum pada 17 April 2019.

Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) dan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) di Hong Kong membantah terjadi pelanggaran Pemilu 2019 berupa pelarangan terhadap Warga Negara Indonesia (WNI) untuk menggunakan hak pilihnya. Ini merespons beredarnya video dari WNI yang kesal lantaran gagal mencoblos di TPS Queen Elizabeth Stadium.

Panitia menjelaskan kronologis kejadian pada hari pemungutan suara. Dalam pernyataan tertulis yang ditandatangani Ketua PPLN Hong Kong Suganda Supranto dan Ketua Panwaslu Hong Kong Fajar Kurniawan disebutkan bahwa pelaksanaan Pemilu 2019 di luar negeri sesuai peraturan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nomor 3 Tahun 2019 berlangsung selama 10 jam.

Di Hong Kong dan Makau, pelaksanaan pemungutan suara berlangsung pada pukul 09.00-19.00 waktu setempat. Setengah jam sebelum menutup antrean pada pukul 19.00, panitia menyatakan pihaknya bersama tim pengamanan Polri, tim monitoring KPU, dan kepolisian Hong Kong telah melakukan penyisiran di sekitar lokasi TPS di Queen Elizabeth Stadium.

(Baca: Tim Kampanye Jokowi Laporkan Dugaan Pelanggaran Pemilu di Luar Negeri)

Advertisement

Menurut panitia, penyisiran itu guna memastikan tidak ada lagi calon pemilih. Sekitar pukul 19.15, setelah dipastikan tidak ada calon pemilih, semua elemen penyelenggara dan pendukung pemungutan suara di Hong Kong menutup pintu masuk gedung yang khusus disewa untuk penyelenggaraan pemungutan suara.

Adapun seluruh calon pemilih yang sudah mengantre di dalam gedung olahraga melaksanakan hak pilihnya hingga proses pemungutan suara usai pada pukul 19.40. Namun, sekitar pukul 20.30 sekelompok massa berjumlah sekitar 20 orang memaksa masuk TPS 10 di gedung itu untuk melakukan pencoblosan.

Dengan merujuk pada Peraturan KPU, PPLN dan Panwaslu Hong Kong sepakat untuk tidak mempersilakan sekelompok massa itu mencoblos. Pertimbangan lainnya, di antara massa ada yang kedapatan berada di lokasi sejak pagi hari. Maka itu, panitia menepis dugaan adanya pelanggaran Pemilu 2019.

(Baca: KPU Nilai Exit Poll di Luar Negeri Tidak Bisa Dipertanggungjawabkan)

Tahun ini, Jumlah WNI yang masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) PPLN Hong Kong pada tahun ini tercatat sebanyak 180.232 orang. Panitia menjelaskan, pihaknya sudah mengantisipasi agar insiden di lapangan Victoria Park pada Pemilu 2014 tidak berulang. Ketika itu, ratusan WNI dikabarkan gagal menggunakan hak pilih.

Langkah antisipasinya yaitu dengan menggelar Pemilu 2019 di gedung tertutup yang tersebar di tiga wilayah. Selain itu, jumlah TPS diperbanyak menjadi 32 unit. Di Elizabeth Stadium, jumlah TPS sebanyak 16 unit, sedangkan sisanya di Kowloon dan New Territories.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait