Stok Beras Kurang Satu Juta Ton, Mendag Tak Ada Rencana Impor

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menyatakan belum berencana melakukan impor untuk menambah stok Bulog. 
Desy Setyowati
4 Januari 2018, 20:47
Pasar Induk Beras Cipinang
ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
Sejumlah calon pembeli memilih beras di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC), Jakarta, Senin (7/8).

Stok beras medium di gudang Badan Urusan Logistik (Bulog) merosot. Direktur Utama Perum Bulog Djarot Kusumayakti mengatakan stok hanya sekitar 958 ribu ton, padahal kebutuhan masyarakat per bulan bisa mencapai dua juta ton. Ini artinya, ada kekurangan stok sekitar satu juta ton.

"Sekitar 958 (ribu ton) kalau tidak salah per kemarin," kata Djarot usai Rapat Koordinasi (Rakor) di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis (4/1). (Baca juga: Pemerintah Klaim Swasembada, Bulog Diminta Serap 3,7 Juta Ton Beras)

Stok beras komersial alias beras dengan kualitas lebih baik dari beras medium juga sedikit hanya sekitar 11 ribu ton. Sementara itu, stok beras murah alias beras sejahtera (rastra) terbilang aman, lantaran cukup untuk kebutuhan empat bulan ke depan.

Meski stok menipis, ia memastikan Bulog tak akan menahan diri dalam menggelontorkan beras untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. "Perintahnya jelas. Kami gelontorkan 900 ribu (ton) lebih. Cukup atau tidak? Tentu kami sambil cari beras supaya stok tidak terlalu jatuh," kata dia.

Advertisement

Ia menambahkan, instansinya bakal bekerja sama dengan pedagang besar, Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC), dan PT. Food Station, termasuk dengan pemerintah daerah (pemda) agar kebutuhan beras masyarakat terpenuhi.

Di tengah stok yang menipis, ia pun mengimbau agar pedagang tidak menjual beras Bulog di Harga Eceran Tertinggi (HET) ataupun di atasnya. "HET kami kan Rp 9.450. Jadi yang ambil beras operasi Bulog tidak boleh menjual mendekati atau melampaui Rp 9.450," kata dia. (Baca juga: Patokan Harga Beras Berpotensi Meningkatkan Angka Kemiskinan)

Adapun opsi impor beras belum jadi solusi untuk mempertebal stok Bulog. Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita meyakini pasokan beras akan meningkat saat panen nanti. "Beras umum sih enggak ada impor. Buat apa impor?" kata dia.  

Sebelumnya, PT Food Station Tjipinang Jaya (Food Station) menyatakan bakal membeli beras komersial Bulog untuk menutupi kelangkaan beras medium. Rencananya, beras komersial Bulog bakal dijual dengan harga Rp 10 ribu per kilogram. Food Station berencana membeli sekitar 4.500 ton beras Bulog dan menggerakkan pedagang dalam upaya stabilisasi harga.

Direktur Utama Food Station Arief Prasetyo Adi menjelaskan pasokan beras di Pasar Induk Beras Cipinang mencapai 36 ribu ton, namun didominasi oleh beras kualitas premium. “Saat ini komposisi beras medium hanya sekitar 20-30%,” kata Arief.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait