Jepang Kucurkan Pinjaman Lunak Rp 15 T Buat Patimban dan UGM

Total pinjaman proyek ke Jepang telah mencapai Rp 81 triliun.
Desy Setyowati
Oleh Desy Setyowati
15 November 2017, 18:03
Sri Mulyani
Arief Kamaludin|KATADATA

Kementerian Keuangan dan Japan International Cooperation Agency (JICA) menandatangani dua nota perjanjian pinjaman sebesar 127,215 miliar yen Jepang atau setara Rp 15,26 triliun. Pinjaman tersebut untuk pembangunan pelabuhan Patimban dan pengembangan Universitas Gadjah mada (UGM).

Secara rinci, JICA mengucurkan 118,906 miliar yen Jepang atau setara Rp 14,3 triliun untuk pembangunan Pelabuhan Patimban tahap pertama. Sedangkan untuk pengembangan UGM sebesar 8,309 miliar yen Jepang atau setara Rp 900 miliar.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan pinjaman tersebut berbunga rendah. Bunga pinjaman untuk proyek Pelabuhan Patimban tercatat hanya 0,1% setahun. Adapun tenor pinjaman 40 tahun. (Baca juga: Menhub Ingin Kontraktor Patimban Berpengalaman Garap Proyek Besar)

"Ini untuk menjamin pinjaman ini bisa dibayar kembali dengan produktivitas yang meningkat,” kata dia usai menghadiri acara penandatangan perjanjian pinjaman dengan JICA di kantornya, Jakarta, Rabu (15/11).

Di sisi lain, bunga pinjaman untuk UGM ditetapkan sebesar Yen LIBOR (London Interbank Offered Rate) ditambah 0,1%. Adapun tenor pinjaman 25 tahun.

Ia pun meminta masyarakat tak mengkhawatirkan pinjaman baru tersebut. Sebab, rasio utang pemerintah masih aman di bawah 30% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Selain itu, pinjaman ini juga sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo yang ingin mendorong pembangunan infrastruktur dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM).

"Kami meyakinkan bahwa pinjaman ini untuk kegiatan yang produktif,” ucapnya. Tujuan besarnya, untuk mendorong perekonomian domestik.

Pinjaman untuk Pelabuhan Patimban akan digunakan untuk membangun pelabuhan dan aksesnya. Sedangkan pinjaman untuk UGM akan memanfaatkan untuk memperbaharui dan meningkatkan fasilitas yang dibutuhkan untuk kegiatan pendidikan, penelitian, dan kerja sama industri dengan akademis di UGM.

Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Robert Pakpahan mengatakan, dengan adanya tambahan pinjaman dari JICA, maka secara umum total pinjaman proyek ke Jepang sudah mencapai US$ 6 miliar atau setara Rp 81,19 triliun. (Baca juga: Kunjungi Jepang, Pemerintah Bahas Tiga Proyek Besar Kereta)

Video Pilihan

Artikel Terkait