Pegawai Pajak Kelebihan Beban Kerja, Sri Mulyani Cari 1.721 PNS Baru

“Ini untuk mendukung semua direktorat mulai dari kebijakan perpajakan, penyelidikan, investigasi audit,” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.
Desy Setyowati
7 September 2017, 18:45
Pajak
Arief Kamaludin | Katadata

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) tengah mencari 2.880 Pegawai Negeri Sipil (PNS) baru, sebanyak 1.721 di antaranya bakal ditempatkan di Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak. Penambahan PNS dilakukan lantaran pegawai di lingkungan Kemenkeu, terutama di Ditjen Pajak, sudah kelebihan beban kerja.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan, Ditjen Pajak hanya memiliki 40 ribu pegawai, sedangkan jumlah wajib pajak telah mencapai 32 juta. Jumlah tersebut meningkat dua kali lipat dari tahun lalu yang hanya 16 juta. Akibatnya, satu orang fiskus atau petugas pajak bisa menangani hingga ratusan ribu wajib pajak.

"Meski (wajib pajak) yang aktif sekitar 12 juta, tapi jumlah masuknya data dan complience dari wajib pajak ini naik sangat besar. Maka kantor pelayanan pajak (KPP), setiap account representarive untuk prima (harus menangani) sekitar ratusan ribu wajib pajak, " kata dia saat Konferensi Pers di Ditjen Pajak, Jakarta, Kamis (7/9). (Baca juga: Buka 17.928 Lowongan, Laman Pendaftaran CPNS Sempat Down)

Nantinya, PNS baru bakal disebar di keseluruhan 341 KPP. “Ini untuk mendukung semua direktorat mulai dari kebijakan perpajakan, penyelidikan, investigasi audit,” ucapnya. Ia optimistis bakal banyak masyarakat yang meminati lowongan tersebut. “Kalau dilihat dari minat 10 tahun lalu kemenkeu selalu memiliki pelamar yang sangat banyak," kata dia.

Secara rinci, dari 2.880 lowongan PNS yang dibuka Kemenkeu, sebanyak 1.721 untuk posisi di Ditjen Pajak, lalu 575 di Ditjen Bea dan Cukai, serta 261 di Ditjen Kekayaan Negara (DJKN). Selain itu, ada juga 201 untuk posisi di Sekretariat Jenderal, 66 di Ditjen Perimbangan Keuangan (DJPK), dan 26 di Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan (BPPK). Sisanya, sebanyak 20 di Badan Kebijakan Fiskal (BKF) dan 10 di Ditjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR).

Berdasarkan jenis calonnya, ia menyebutkan bahwa satu pegawai akan berasal dari lulusan Sarjana Strata II. Lalu, Sarjana Strata I sebanyak 733 yang terdiri dari 73 lulusan terbaik (cumlaude), 11 diabilitas, tujuh dari Papua dan Papua Barat, serta 643 umum. Lalu 2.146 lulusan Diploma III yang juga terbagi atas 1 diabilitas, 19 dari Papua dan Papua Barat, serta 2.126 umum.

"Kami harap kami bisa mendidik para talenta dan tenaga PNS yang sangat baik, bisa memilih dari ribuan peminat, bahkan puluhan ribu dan kami bisa dapatkan mereka yang secara intelektual kuat tapi juga moral dan integritas yang baik," tutur dia.

Video Pilihan

Artikel Terkait